Berita Palembang

Demokrat Ingin Kader Maju di Pilkada Palembang 2024, Sejumlah Nama Dianggap DPD Layak

Partai Demokrat selaku pemenang Pemilu legislatif di kota Palembang 2019 menegaskan akan mengusung kader dalam Pilkada Palembang 2024.

ARIF BASUKI ROHEKAN/TRIBUNSUMSEL.COM
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai Demokrat Sumsel, Ishak Mekki. Partai Demokrat selaku pemenang Pemilu legislatif di kota Palembang 2019 bakal memajukan kader untuk menjadi Walikota Palembang 2024. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Meski Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) kota Palembang masih lama karena akan dilaksanakan pada 2024 mendatang, namun partai Demokrat selaku pemenang Pemilu legislatif di kota Palembang 2019 dengan meraih 9 dari 50 kursi yang ada, bisa memajukan kadernya sendiri.

Apalagi pada Pilkada 2018 lalu, kader Demokrat sekaligus ketua DPC Palembang Harnojoyo berhasil memenangi Pilkada, dan diharapkan kesuksesan kembali terulang di Pilkada 2024 mendatang.

Menurut ketua DPD Partai Demokrat provinsi Sumsel Ishak Mekki, saat ini ada beberapa kader terbaik Demokrat yang siap dimajukan sebagai penerus Harnojoyo kedepan untuk memimpin kota Palembang, salah satunya Bendahara DPC sekaligus ketua DPRD Palembang Zainal Abidin.

"Kepengennya partai kader kita yang dimajukan nanti, seperti pak Zainal (Zainal Abidin) yang sangat layak," kata Ishak Mekki, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: Siap-siap Pilkada Palembang: Demokrat Prioritaskan Kader, PKB Siapkan Sejumlah Nama  

Diungkapkan mantan orang nomor dua di provinsi Sumsel ini, zainal merupakan kader Demokrat peraih suara terbanyak di kota Palembang, sehingga mengantarkannya duduk sebagai ketua DPRD saat ini.

"Apalagi (Zainal) sudah dua periode duduk sebagai wakil rakyat, sehingga pak Zainal sudah layak dicalonkan oleh Partai Demokrat kedepan. Tapi kembali lagi kepada yang berdangkutan, dan tergantung pak Zainal sekarang," capnya.

Ditambahkan Ishak yang saat ini merupakan anggota DPR RI, Zainal diharapkan melakukan kerja nyata kepada masyarakat, dimana ia harus berbuat dari sekarang mengingat Pilkada 2024 masih 3 tahunan lagi.

"Ia juga harus serta melakukan sosialisasi ditengah masyarakat, agar lebih dikenal dan diakui masyarakat lagi. Karena ini juga menyangkut popularitas dan elektabilitas jika semakin meningkat pasti partai mengusung," tegasnya.

Ishak sendiri tak menampik, selain Zainal partainya pun membuka lebar bagi kader Demokrat lainnya yang dirasa memiliki kualitas dan kapabilitas untuk memimpin Palembang.

"Partai Demokrat jelas banyak stok, seperti Chairul S Matdiah (anggota DPRD Sumsel), Muchendi Mahzarekki (wakil ketua DPRD Sumsel), Anton Nurdin (Sekretaris DPC Palembang) dan sebagainya. Jadi kita minta mereka untuk melakukan sosialisasi ke tengah masyarakat, sebab pengusungan akan melihat hasil survey yang ada," tukasnya.

Baca juga: Ketua YLKI Sumsel Taufik Husni Nyatakan Ingin Nyalon di Pilkada Palembang 2023

Sekedar informasi, hasil Pemilu legislatif 2019 lalu di kota Palembang, partai Demokrat meraih kursi terbanyak dengan 9 kursi, sedangkan Gerindra 8 kursi, PDIP 7 kursi, PAN dan PKB masing- masing 6 kursi. Lalu PKS dan Golkar masing- masing 5 kursi, Nasdem 3 kursi dan PPP 1 kursi.

Sedangkan untuk mengusung balon Walikota dan Wakil Walikota Palembang diperlukan minimal 20 persen jumlah kursi yang ada atau 10 kursi (dari 50 kursi), atau 25 persen perolehan suara pemilik kursi di DPRD Palembang.

Terpisah ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Sumsel Amrah Muslimin mengungkapkan, jika dalam Pilkada 2024 nanti memakai acuan hasil Pileg yang mana, mengingat saat ini masih dibahas pusat.

"Masih dibahas pusat, tapi kalau normalnya harusnya hasil Pileg 2024 mendatang, mengingat hasil Pileg 2019 sudah dipakai untuk Pilkada 2020 lalu," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved