Breaking News:

Berita Muaraenim

Kejari Muaraenim Tetapkan 1 ASN dan 2 Vendor sebagai Tersangka, Proyek Rehab Jalan Desa Harapan Jaya

Kejaksaan Negeri Muaraenim resmi tetapkan tiga orang tersangka dalam kasus mark up proyek rehab jalan desa Harapan Jaya.

TRIBUNSUMSEL.COM/IKA ANGGRAENI
Tampak dua tersangka,HSB dan AS yang diduga terlibat kasus mark up proyek rehab jalan desa Harapan Jaya saat dilakukan penahanan oleh kejari Muaraenim dan dititipkan di Lapas Kelas IIB Muaraenim 

TRIBUNSUMSEL.COM,MUARAENIM- Kejaksaan Negeri (Kejari) Muaraenim resmi tetapkan tiga orang tersangka dalam kasus mark up proyek rehab jalan desa Harapan Jaya dengan nilai kerugian Rp 418 juta, 1 diantaranya adalah ASN dilingkungan Dinas PUPR Kabupaten Muaraenim.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kajari Muaraenim,Mernawaty didampingi jajarannya dalam jumpa pers yang gelar,Kamis Sore,(17/2/2021).

Adapun ketiga tersangka adalah HSB yang merupakan ASN dilingkungan Dinas PUPR Muaraenim selaku PPK Pekerjaan, kemudian AS selaku pelaksana Lapangan dan AB Selaku Penyedia Vendor.

Baca juga: Telan 1,9 Milyar, Proyek Gapura Perbatasan PALI- Muaraenim Tak Kunjung Rampung

Dikatakan Mernawaty bahwa ketiga tersangka tersebut diduga telah melakukan tindak pidana pidana korupsi mark up jabatan dalam proyek rehab jalan desa Harapan Jaya Kecamatan Muaraenim dengan anggaran Rp 984.115.000.

" Anggaran tersebut bersumber dari dana APBD Induk Tahun 2019, selesai masa pengerjaan bulan juli 2019 dan masa pemeliharaannya bulan Januari 2020

dan setelah dihitung oleh ahli terdapat selisi volume sebesar Rp 253.07 m3 sesuai dengan laporan akhir dari saksi ahli dan peninjauan kami di lapangan, dan untuk kerugian negara ditaksi dengan jumlah harga dalam rupiah sebesar Rp 418.060.000,"jelasnya.

Dijelaskan Merna,setelah penyidik melakukan pengumpulan barang bukti berupa keterangan saksi ,surat dan saksi ahli maka ketiga orang tersebut statusnya naik menjadi tersangka.

" Untuk dua orang tersangka yakni HSB dan AS telah kita lakukan penahanan dan saat ini kita titipkan di Lapas Kelas IIB Muaraenim berdasarkan surat perintah penahanan tingkat penyidik nomor print 01/L.6.15/Fd.1/02/2021 dan 02/L.6.15/Fd.1/02/2021,"katanya.

Baca juga: Marjek Ravilo SH Jabat Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Muaraenim

Namun lanjutnya untuk satu orang tersangka lagi yakni AB belum dapat dilakukan penahanan dikarenakan pada hari ini telah dilakukan pemanggilan secara patut oleh tim penyidik.

"Namun yang bersangkutan belum dapat memenuhi panggilan penyidik,alasannya belum memungkinkan untuk hadir,namun apapun alasannya nanti akan tetap kami lakukan panggilan yang kedua,ketiga dan jika belum hadir maka akan kita tetapkan sebagai DPO dan akan kita jemput secara paksa,"katanya.

Ia juga mengatakan bahwa untuk proyek rehap jalan tersebut panjang pekerjaannya sekitar 500 meter,lebar 4.5 meter dan ketinggian 20 cm.

" Terkait kasus ini kami tidak akan berhenti sampai disini saja,namun kami akan terus melakukan tindak lanjut,dan tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak lain yang terlibat,"katanya.

Penulis: Ika Anggraeni
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved