Breaking News:

Cerita Marcus Gideon Nyaris Jadi Pemain Hongkong, Ayah : Jangan, Tetap NKRI

Cerita Marcus Gideon Nyaris Jadi Pemain Hongkong, Ayah : Jangan, Tetap NKRI

BADMINTON INDONESIA
Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, berupaya mengembalikan kok dari lawan mereka, Satwik Rankireddy/Chirag Shetty (India), pada laga partai kedua perempat final beregu putra Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Senin (20/8/2018). 

Tapi kok dia (Gideon) ranking 29 kok tidak diberangkatkan. Dia kecewa sekali, dan bilang "Saya mau pulang, dan kirim surat mengundurkan diri."

Saat itu saya kasih motivasi di rumah. Kamu mau apa sekarang? Dia bilang berhenti. Saya tanya benar? Dia bilang kalau ada partnernya saya mau.

Akhirnya dia dapat partner namanya Andre. Kalau tidak salah hanya sebulan ikut Indonesia Open.

Terus Markus Kido bilang saya mau partner kamu, saya tidak lagi sama Hendra AG. Saya mau partner sama kamu. Anak saya senang, karena dia kan juara olimpiade. Terus Imelda telepon saya, ada rapat klub kalau Kido sekarang dipartner.

Waduh berat ke luar negeri bayar sendiri. Oh ya sudah nanti dibantu. Kayak tiket pesawat kan berat. Akhirnya setuju. Pertandingan-pertandingan, akhirnya dia juara Prancis, juara grandprix, lumayan rankingnya naik.

Eh sudah Kido bilang, pinggang saya tidak kuat, tidak bisa ngimbangin kamu. Saya kayaknya mau berhenti, kamu cari partner lain. Abis itu Gideon bingung, diajakin orang Hongkong untuk partner, saya bilang jangan, merah-putih, NKRI.

Mau susah mau gimana yang penting bisa makan di sini, nanti papa jarang ketemu. Abis itu dia nge-chat ke Yusuf, mungkin abis ini partner saya tidak ada lagi.

Ditanya mau masuk pelatnas lagi tidak, kebetulan Kevin nganggur. Kevin partnernya Stevanus sakit. Kosong Kevin akhirnya dipartner sama Kevin. Sampai sekarang ini.

Gideon tahu dunia bulutangkis dari Anda?

Ya saya ajak main. Saya kan melatih dari saya berhenti 1986 saya melatih. Terus saya ajak waktu pas umur 8 tahun ajak main. Lama-lama dia senang.

Tapi belum sungguh-sungguh. Kalau digenjot nangis juga, ada malesnya juga. Paling benar pas umur 13 tahun. Benar-benar fight, ingin jadi pemain nasional.

Betul ya suka main game?

Dulu kecil biasa anak-anak PlayStation. Kadang-kadang suka males main bulutangkis kalau sudah main game. Tapi lama-lama dia sadar sendiri. Sadarnya pas juara di Prancis sama Markus Kido.

Harapan Anda kedepan untuk Gideon?

Juara dunia dan olimpiade. Kalau itu sudah terpenuhi ya terserah dia, kalau lanjut lagi kalau masih kuat tidak apa-apa. Kalau tidak kuat mau berhenti ya tidak apa-apa juga. Harapan saya juara dunia dan olimpiade.

Even terdekat All England, Gideon sempat absen setahun, bagaimana pandangan Anda sebagai seorang atlet?

Kalau saya kan sudah lama tidak pertandingan, saya ada pengaruh sedikit. Mental di lapangan. Pasti penyesuaian dulu, makanya dikasih Jerman biar tidak kaget di All England.

Pebulu Tangkis Ganda Putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon bersama Ayahnya Kurniahu Gideon berpose sebelum wawancara dengan Tribun Network di di Gideon Badminton Hall, Ciangsana, Bogor, Jumat (5/2/2021). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pebulu Tangkis Ganda Putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon bersama Ayahnya Kurniahu Gideon berpose sebelum wawancara dengan Tribun Network di di Gideon Badminton Hall, Ciangsana, Bogor, Jumat (5/2/2021). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Peta di ganda putra seperti apa?

Banyak dari Jepang bagus-bagus. Dari China juga bagus. Ada Malaysia. Apalagi Taipei juara tiga kali berturut-turut di Thailand, ya pasti bagus. Saingan pasti ada. Sekarang banyak yang bagus-bagus.

Jelang Imlek biasanya aktivitas seperti apa?

Wah latihan terus Gideon apalagi jelang Jerman. Imlek kayaknya biasa saja. Imlek pagi latihan. Karena persiapan Jerman, apalagi dia sudah lama tidak turun. Percaya diri mesti ada.

Tradisi keluarga?

Umum saja ya. Paling makan saja sambil kumpul bareng keluarga. (tribun network/denis)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cerita Marcus Gideon Kumpulin Kok, Rangking Satu Hingga Ditawari Jadi Pemain Hongkong, https://www.tribunnews.com/sport/2021/02/07/cerita-marcus-gideon-kumpulin-kok-rangking-satu-hingga-ditawari-jadi-pemain-hongkong?page=all.
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Dewi Agustina

Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved