Breaking News:

Cerita Marcus Gideon Nyaris Jadi Pemain Hongkong, Ayah : Jangan, Tetap NKRI

Cerita Marcus Gideon Nyaris Jadi Pemain Hongkong, Ayah : Jangan, Tetap NKRI

BADMINTON INDONESIA
Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, berupaya mengembalikan kok dari lawan mereka, Satwik Rankireddy/Chirag Shetty (India), pada laga partai kedua perempat final beregu putra Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Senin (20/8/2018). 

Namun, Kurniahu mengingatkan anaknya.

"Saya bilang jangan. Tetap merah-putih, tetap NKRI. Mau susah, mau gimana yang penting bisa makan di sini. Nanti papa bisa jarang ketemu kamu kalau ke Hongkong," ujar Kurniahu kepada Tribun Network, Sabtu (6/2/2021).

Berikut petikan wawancara bersama Kurniahu:

Bagaimana sejarah GOR Gideon Badminton Hall?

Sejarah GOR ini sudah lama, tahun 2012. Nabung-nabung, dan di sini murah, waktu itu saya masih kerja di Klub Tangkas di Jakarta Selatan. Sejak itu saya pensiun tiga tahun yang lalu.

Terus saya ngomong sama Gideon, akhirnya dia mau bangun ini. Sampai jadi begini. Mungkin lihat papanya hobi melatih, membina atlet-atlet.

Sampai dia berhasil, Rexi, Nova, banyak yang kita ciptain. Jadilah gedung ini untuk kita bikin pembinaan dari awal.

Targetnya dengan pembinaan?

Target saya kalau bisa, nantinya kirim ke nasional. Kalau tidak muluk kita juara-juara sirkuit dulu, DKI dulu atau Pemkot-Pemkot dulu. Latih dari usia dini sampai remaja 16 tahun ke bawah. Abis itu saya arahkan ke sekolah.

Bagaimana Gideon kecil hingga akhirnya bisa menjadi nomor satu dunia?

Halaman
1234
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved