Breaking News:

Penanganan Corona

Kemenkeu Pastikan Insentif Tenaga Kesehatan Tahun 2021 Batal Dipotong, Ini Daftar Besarannya

Besaran insentif untuk dokter spesialis tetap Rp 15 juta, dokter umum/dokter gigi Rp 10 juta, bidan atau perawat Rp 7,5 juta

Ilustrasi Dokter
Ilustrasi Dokter : Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani saat jumpa pers, Kamis (4/2/2021) memastikan instentif tenaga kesehatan tahun ini tidak dipotong. 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA-Kabar pemangkasan insentif tenaga kesehatan sempat menjadi polemik. Kabar terbaru, insentif bagi nakes ini batal dipotong.

Kepastian ini disampaikan Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani saat jumpa pers, Kamis (4/2/2021).

Menurut Askolani, tidak ada pengurangan besaran nilai insentif bagi tenaga kesehatan pada tahun 2021.

"Dengan berlakunya UU APBN 2021, besaran dari insentif dari tenaga kesehatan dan santunan kematian nakes perlu ditetapkan kembali sesuai mekanisme keuangan negara kita, di mana implementasinya sudah ditetapkan, kami meyakini belum ada perubahan dari insentif nakes," kata Askolani.

Ia menekankan, pada tahun 2021, besaran nilai insentif tenaga kesehatan diberikan sama seperti tahun 2020.

Artinya, besaran insentif untuk dokter spesialis tetap Rp 15 juta, dokter umum/dokter gigi Rp 10 juta, bidan atau perawat Rp 7,5 juta, dan tenaga medis lainnya Rp 5 juta.

Oleh karenanya, ia berharap tidak ada lagi anggapan yang menyebutkan insentif tenaga kesehatan dipangkas.

"Dan kami tegaskan bahwa pada 2021 ini yang baru berjalan dua bulan, insentif untuk tenaga kesehatan diberikan tetap sama dengan tahun 2020," ujarnya.
Lebih lanjut, Askolani mengatakan, pemerintah mendukung dan mengapresiasi kinerja tenaga kesehatan yang menjadi barisan terdepan dalam penanganan Covid-19.

Ia mengatakan, tenaga kesehatan juga diprioritaskan pemerintah, termasuk mendapatkan vaksin Covid-19 pertama.

"Ini konsistensi pemerintah yang utamakan dan dukung sepenuhnya nakes yang menjadi garda terdepan, andalan kita tangani pasien dan pencegahan penyakit Covid-19," pungkasnya.

IDI Protes Sri Mulyani Terkait Pemotongan Insentif, Sebut Nakes Telah Berjuang Bertaruh Nyawa

Halaman
12
Editor: Wawan Perdana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved