Berita Palembang

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu Disetop, Dana Dialihkan untuk Covid

Program PMT disetop dikarenakan dari Dinas Kesehatan disetop dulu karena dana dialihkan untuk covid-19. Itu sih yang kami terima informasinya.

Penulis: Sri Hidayatun | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/SRI HIDAYATUN
Kegiatan di salah satu Posyandu di Kecamatan Plaju Palembang. Mulai tahun 2021 ini program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu ditiadakan karena dana dialihkan untuk Covid-19. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang diperuntukan bagi masyarakat yang datang ke pelayanan Posyandu dinilai sangat membantu masyarakat pra sejahtera selama ini.

Namun sayang, sejak terhitung per Januari ini para kader Posyandu mulai mengeluhkan tak ada lagi PMT yang diberikan dari Puskesmas.

Seperti salah satu Posyandu yang ada di Kecamatan Alang-Alang Lebar. Lisa, salah satu kader mengatakan di tahun 2021 ini Puskesmas Alang-alang Lebar memang tidak menganggarkan PMT.

"Program PMT disetop dikarenakan dari Dinas Kesehatan disetop dulu karena dana dialihkan untuk covid-19. Itu sih yang kami terima informasinya," ujarnya, Kamis (21/1/2021).

Jadi, lanjut dia untuk tahun 2021 PMT diistirahatkan dulu, tapi walaupun tidak ada dana PMT dari Puskesmas, Posyandu tetap ada PMT dari dana pribadi.

"Jadi kami para kader secara bergantian dan sukarela memberikan PMT di Posyandu kami," kata dia.

Ia mengatakan sebelumnya setiap bulan untuk kegiatan Posyandu ada dana PMT sebesar Rp 75 ribu. Namun, para kader ini menerima ini dalam bentuk bahan makanan, misalnya bubur kacang hijau.

"Kita dapat kacang hijau, gula merah, gula pasir, gelas plastik, sendok pokoknya senilai 75 ribu dan kita olah sendiri," jelasnya.

Bukan hanya kacang hijau saja akan tetapi setiap bulan PMT yang diberikan bervariasi.

"Variasi tiap bulannya kadang puding, kadang jongkong, nagasari, buah - buahan dan lain sebagainya," ungkapnya.

Biasanya pemberian ini diberikan pihak Puskesmas seminggu sebelum acara Posyandu. "Kalau di tempat kita ini setiap tanggal 13 setiap bulannya," jelas Lisa.

Namun, untuk saat ini berhubung zona wilayahnya kembali masuk zona merah maka pelayanan Posyandu ditiadakan sementara.

"Posyandu Kepala Gading kecamatan AAL ini membackup 3 RT jadi kalau datang semua adalah 50 balita tapi semenjak pandemi agak berkurang paling 20 anak itu pun harus kami susul ke rumah mereka untuk datang ke Posyandu," jelas dia.

Beberapa kader posyandu di kecamatan lain juga mengatakan hal serupa.

Dana PMT terhitung Januari 2021 tidak ada lagi dari Pemkot Palembang, seperti Posyandu di Jakabaring, Pahlawan dll.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved