Berita Syekh Ali Jaber
Cerita Syekh Ali Jaber Jadi WNI, Diminta Uang Rp 150 Juta, Tapi Takdir Allah Malah Gratis
Ternyata, perjalanan panjang Syekh Ali Jaber sebelum jadi WNI. Meski, dalam sejarah keluarga Syekh Ali Jaber berasal dari Indonesia.
Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
Bahkan, takdir baik dari Allah setelah menjadi WNI, ketika ia mengundang imam besar di Palestina untuk isi program Damai Indonesiaku. Saat bertemu, imam besar Masjidil Aqsa terkejut.
Saat itu imam besar berkata, pakaian Arab, wajah Arab, tapi bahasa pakai Bahasa Indonesia. Tahu dirinya WNI, ia diundang ke Palestina. Ternyata, di Palestina WNI di sana sangat istimewa.
"Di Arab, saya tidak bisa ke Palestina. Tetapi, jadi WNI bisa dengan mudah ke Palestina. Fasilitas dilengkapi, saya diperlakukan spesial di sana. Malah didorong jadi imam Salat magrib. Satu orang Indonesia jadi imam di Masjid Aqso, Ali Jaber," katanya.
Sesuai itu, ia teringat saat SD mempunyai cita-cita mau ke Palestina. Ternyata prosesnya panjang. Harus ke Indonesia dulu, baru dikabulkan Allah ke Palestina.
Syekh Ali Jaber juga mengungkapkan, lebih dari itu saja yang didapat dari takdir.
Ia juga menemukan sejarah keluarga. Ternyata kakekmya lahir di Indonesia tepatnya di Lombok. Bahkan, kakek buyutnya juga pejuang Indonesia.
"Saat saya sakit dan masuk rumah sakit, saya kaget. Dokter bilang, kok darahnya merah putih, Subhanallah. Itulah takdir dan kunci sukses dunia akhirat percaya takdir," pungkasnya.