Rocky Gerung Beri Saran Megawati dan SBY, Usai Gibran dan Bobby Menang Pilkada Versi Hitungan Cepat
Rocky Gerung Beri Saran Megawati dan SBY, Usai Gibran dan Bobby Menang Pilkada Versi Hitungan Cepat
TRIBUNSUMSEL.COM - Rocky Gerung memberikan saran ke Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono usai Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution menang Pilkada 2020 berdasar hasil quirck Count.
Rocky Gerung menganggap SBY dan Megawati harus belajar dari Presiden Jokowi.
Pasalnya menurut Rocky Gerung, Jokowi telah berhasil mewariskan kekuasaan.
Sementara SBY dan Megawati saat menjabat sebagai Presiden, justru anak-anaknya tak diberi jabatan apapun.
Anak dan menantu Jokowi, Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution menang Pilkada 2020 berdasar hasil quirck Count.
Dari hasil survei Charta Politika menunjukkan pasangan Gibran - Teguh memperoleh 87,16 persen suara, sedangkan paslon Bagyo Wahyono - Suparjo Fransiskus hanya mengoleksi 12,84 persen.
Pada Pilkada Surakarta, Bagyo - Suparjo maju melalui jalur perseorangan, sedangkan Gibran - Teguh diusung oleh PDI Perjuangan dan mayoritas partai, kecuali Partai Keadilan Sejahtera.
Sementara itu, Paslon nomor urut satu Muhammad Bobby Afif Nasution dan Aulia Rachman diusung oleh mayoritas partai yaitu PDI Perjuangan, Gerindra, PAN, Golkar, Nasdem, Hanura, PSI dan PPP.
Di sisi lain pasangan nomor urut dua yaitu Akhyar Nasution - Salman Alfarisi hanya didukung dua partai yaitu PKS dan Partai Demokrat.
Bobby Nasution - Aulia Rachman unggul 54,29 persen, sedangkan petahana Akhyar Nasution - Salman Alfarisi memberoleh 45,71 persen.
Soal kemenangan Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution ini, Rocky Gerung justru membandingkannya dengan penembakan 6 pengawal Rizieq Shihab di Tol Jakarta-Cikampek.
"Ya ini hari HAM yang kita peringati secara tragis karena ada korban 2 hari sebelum hari HAM ini diperingati,
sekaligus kita lihat kontrasnya karena dua kepala daerah baru ada di dalam satu keluarga, yaitu keluarag Presiden Jokowi,
ada Gibran yang terpilih sangat mutlak, ada juga saudara Bobby di Medan,
jadi kita lihat dua peristiwa kontras, ada peristiwa di km 50 dan kegembiaran politik di istana, ini sebenarnya paradoks kita," kata Rocky Gerung dikutip TribunnewsBogor.com dari akun Youtubenya.