Gadis 12 Tahun Diperkosa 10 Orang Lelaki, 7 Pelaku Masih Dibawah Umur, Pacar Jadi Dalang Utama
Gadis 12 Tahun Diperkosa 10 Orang Lelaki, 7 Pelaku Masih Dibawah Umur, Pacar Jadi Dalang Utama
TRIBUNSUMSEL.COM, SINGARAJA - Kekerasan seksual di Indonesia masih terus di Indonesia.
Kali ini, seorang gadis berusia 12 tahun harus mengalami nasib perih usai diperkosa oleh 10 orang.
Aparat Sat Reskrim Polres Buleleng akhirnya menetapkan 10 orang sebagai tersangka, atas kasus persetubuhan yang meninpa siswi SMP 12 tahun asal Buleleng. Namun mirisnya, tujuh diantaranya merupakan anak yang masih dibawah umur.
Kapolres Buleleng, AKBP Made Sinar Subawa ditemui Jumat (30/10) mengatakan, penetapan tersangka ini dilakukan oleh pihaknya sejak Senin (26/10) lalu.
Namun, kendati sudah ditetapkan sebagai tersangka, hanya tiga orang pelaku yang bisa ditahan.
Serta Gede Putra Ariawan alias Wawan (19) asal Desa Alasanger, Kecanatan Buleleng.
Sementara tujuh tersangka lainnya masing-masing berinisial KD, KJ, T, GP, GA, E dan S tidak dilakukan penahanan karena masih dibawah umur.
"Yang masih dibawah umur ini rata-rata berusia 15 sampai 17 tahun.
Meski dibawah umur mereka tetap diproses hukum, namun penanganannya pasti sedikit berbeda dengan peradilan umum.
Melihat ancaman hukumannya di atas tujuh tahun, kami tidak bisa lakukan diversi," terangnya.
AKBP Sinar juga menjelaskan, kornologi kasus persrtubuhan yang menimpa siswi malang tersebut.
Dimana, kasus mulanya terjadi pada Minggu (11/10) malam.
Korban saat itu pergi dari rumah dengan mengendarai sepeda motor dengan alasan ingin mengerjakan PR di rumah temannya.
Namun, di tengah perjalanan, motor yang dikendarai mati akibat kehabisan bensin.
Korban lantas menghubungi teman dekatnya berinisial KD, dan meminta tolong agar dibelikan bensin.
Bukannya datang membawa bensin, KD justru mengajak korban ke rumah temannya berinisial KJ, yang terletak di Lingkungan Penarungan, Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng.
Disana, KD kemudian melakukan perbuatan bejatnya, dengan menyetubuhi pacarnya sendiri bersama dua orang temannya bernama Berit dan Rudi, secara bergilir.
Kejadian tersebut berlangsung pada pukul 23.00 wita.
Usai menyetubuhi korban, para pelaku kemudian melarang korban untuk pulang.
Mereka meminta korban yang notabenenya memiliki keterbelakangan mental, untuk menginap dikediaman milik KJ.
Hingga keesokan harinya, tepatnya pada Senin (12/10) pukul 05.00 wita, korban kembali digagahi. Kali ini dilakukan oleh sang pemilik rumah, berinisial KJ.
Bahkan, usai digagahi oleh KJ, datang dua orang pria berinisial T, dan satunya lagi tidak diketahui identitasnya, yang juga memaksa korban untuk melakukan hubungan badan.
Sehingga sejak Sabtu malam, hingga Minggu pagi, korban tercatat disetubuhi sebanyak empat kali, dengan jumlah pelaku sebanyak enam orang.
Usai digagahi di rumah KJ, pada Minggu sore, korban kemudian dibawa lagi oleh tersangka Berit, Rudi dan KJ ke Desa Alasangker, Kecamatan Buleleng.
Ketiga pelaku mulanya berdalih jika motor milik korban diperbaiki disebuah bengkel yang ada di Desa Alsangker.
Setibanya di desa tersebut, ketiga pelaku rupanya mengenalkan korban kepada tersangka Wawan dan GA.
Malangnya, oleh tersangka GA, korban disetubuhi di semak-semak. Sementara Wawan menyetubuhi korban dirumahnya.
Usai disetubuhi, Wawan kemudian mengajak korban ke sebuah bengkel. Di bengkel itu, korban disetubuhi lagi oleh seorang pria yang tidak diketahui identitasnya di bengkel tersebut.
Usai disetubuhi di bengkel, korban dihubungi oleh temannya berinisial E, dan minta untuk dijemput di sebuah tempat.
Setelah dijemput, E rupanya membawa korban ke sebuah rumah, hingga disetubuhi lagi.
"Selama pergi dari rumah, keluarga korban sudah berusaha melakukan pencarian.
Hingga akhirnya korban berhasil ditemukan oleh orangtuanya pada hari Selasa (13/10) di Desa Alasangker.
Korban kemudian diajak pulang, dan akhirnya menyampaikan ke orangtuanya bahwa ia telah disetubuhi oleh sejumlah pria," terang AKBP Sinar.
Apakah para pelaku memiliki hubungan pertemanan?
"Pelaku satu dan pelaku lain tidak saling kenal. Mungkin saat pelaku satu melakukan persetubuhan, ada yang melihat, sehingga ikut menyetubuhi korban.
Ada juga dengan modus ingin membantu mengantarkan korban pulang ke rumah.
Namun korban malah diajak ke TKP lain untuk disetubuhi," jawab AKPB Sinar.
Sementara terkait kondisi korban, AKBP Sinar menyebut hingga saat ini korban masih dalam kondisi trauma dan masih diberikan pendampingan oleh psikolog.
"Hasil visum nanti akan kami buka. Yang penting penyidik sekarang sudah yakin bahwa dari hasil penyelidikan dan penyidikan, ada 10 orang tersangka yang terlibat atas kasus persetubuhan itu.
Kasus ini akan kami tangani secara profesional, karena ini tindakan yang sangat keji, dan mencoreng generasi muda.
Saya juga berharap orangtua betul-betul melakukan pengawasan terhadap anaknya, agar tidak terjadi perbuatan tercela seperti ini," tutupnya. (rtu)
Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Berawal dari Kehabisan Bensin, Siswi SMP Buleleng Dirudapaksa 10 Orang, Pacar Jadi Pelaku Pertama, https://bali.tribunnews.com/2020/10/30/berawal-dari-kehabisan-bensin-siswi-smp-buleleng-dirudapaksa-10-orang-pacar-jadi-pelaku-pertama?page=all.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Aloisius H Manggol