Pilkada PALI 2020
Profil Ketua KPU PALI Sunario, Berkurang Waktu Kumpul Keluarga Demi Pilkada Sehat dan Berkualitas
Menjadi bagian dari penyelenggaraan Pemilu cukup membuatnya sedikit sulit bertemu dengan sanak keluarga
TRIBUNSUMSEL.COM, PALI–Melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di masa pandemi menjadi tantangan bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Begitu yang dirasakan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) PALI, Sunario.
Pria yang aktif di dunia kepemiluan sejak tahun 2008 ini akan berjuang keras melaksanakan Pilkada dengan aman, nyaman, selamat, sehat dan berkualitas serta berintegritas baik untuk penyelengara, peserta dan pemilih.
Menurut pria kelahiran Talang Sungai Betung Desa Purun Timur, 28 Agustus 1980 ini, hal yang paling mendasar atau yang dirasakan saat terjun jadi pengiat pemilu adalah ketika mengambil keputusan yang menyangkut keberlangsungan tahapan.
Seperti saat pemilu legislatif 2019 kamarin, ketika memimpin rapat pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara.
Dimana, lanjut ayah 3 anak ini pada waktu itu dinamika politik pada rapat sangat hidup dan banyak tantangan saat mengambil keputusan pada saat itu.
“Sedangkan untuk di Pilkada ini hal paling unik adalah melaksanakan semua tahapan di tengah wabah virus covid 19.” ungkap suami dari Tri Wahyuni ini, Senin (26/10/2020).
Alumni Fakultas Ekonomi Unsri ini menjelaskan, kekinian yang menjadi pekerjaan rumahnya ialah bagaimana caranya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat datang ke TPS agar menyalurkan hak suaranya.
Caranya, jelas Mantan Gubernur Mahasiswa ini dengan melakukan sosialisasi secara masif kepada pemilih tentang pentingnya dalam memilih pemimpin baik melalui tatap muka dengan protokol kesehatan ataupun melalui media sosial.
Putra asli Bumi Serepat Serasan ini menjelaskan, menjadi bagian dari penyelenggaraan Pemilu cukup membuatnya sedikit sulit bertemu dengan sanak keluarga serta bersilahturahmi dengan kerabat.
“Semua keluarga saya sangat mensuport dan mendukung saya sebagai penyelenggara pemilu terkhusus istri, anak-anak dan ibu saya, memanfaatkan waktu ada untuk berkumpul dengan keluarga, walaupun dalam hitungan jam bisa berkumpul dengan keluarga.” jelasnya.
Selama berkecimpung menjadi penggiat Pemilu banyak suka duka yang ia rasakan, apalagi tahapan Pilkada sudah berjalan.
“Untuk bersilaturahmi dengan keluarga, teman, sahabat dan yang lainya sangat terbatas. Namun inilah resikonya sebagai penyelenggara Pemilu semuanya kita harus siap dan ikhlas.” ujarnya.
Menurut dia, dalam proses Tahapan Pilkada, Ia mengaku melaksanakan semua tahapan Pilkada ini sampai saat ini tidak ada tekanan ataupun intimidasi dari pihak manapun.
“Mudah-mudahan sampai dengan selesai tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.” katanya. (Sp/ Reigan)