Berharap Uang di Dalam Guci Berlipat Ganda, Saat Dilihat Isinya Bikin Nyesek, Rp24 Juta Hilang
Dimana pada tahun 2018 lalu, korban mendatangi pelaku yang dikenal sebagai dukun dan bisa menggandakan uang.
"Agar ritual tidak berhenti, tersangka minta tambahan uang lagi," ujarnya.
Akhirnya korban terus-terusan mentransfer sehingga mencapai Rp 18 miliar sejak 2016.
Setelah mendapat laporan, tersangka langsung datang ke rumah tersangka.
Saat ditangkap di kediamannya, Atim sedang melaksanakan ritual.
Jeifson menyebut petugas mencium aroma tidak sedap.
Ternyata, Atim sudah tidak mandi setahun.
• Kepala Dibor dan Disemen, Eksperimen Kejam Monyet Dicap Tidak Berguna dan Kejam : Itu Kejahatan
Kepada polisi, Atim mengaku tidak mandi agar ilmunya tidak hilang.
"Atim juga mengaku bisa menghilang, tapi itu tidak benar. Awalnya korban tidak yakin bila petugas bisa menangkap Atim karena korban yakin dukun palsu itu bisa menghilang," ungkapnya.
Sementara itu, tersangka Sugeng mengaku menerima uang ratusan juta rupiah dari Atim.
Dalam kasus ini, Sugeng bertugas membeli barang antik dan aset berupa tanah dan rumah.
Bahkan Sugeng mengaku membeli tanah untuk membangun pabrik.
"Saya membeli keris dan katana di pinggir jalan. Saya juga membeli rumah dan tanah untuk bangun pabrik plastik," jelasnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul Serahkan Rp 24 Juta ke Dukun untuk Digandakan, Warga Penengahan Malah Dapati Uang Kertas Mainan