Breaking News:

Pilkada Ogan Ilir 2020

Calon yang Diusung Partainya di OI Didiskualifikasi, Waketum DPP Golkar Ultimatum Bawaslu dan KPU

Kita memonitor loh, jangan main-main penyelenggara, Bawaslu dan KPU jangan main-main ikut main politik.

TRIBUN SUMSEL/ARIEF BASUKI ROHEKAN
Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung. 

 TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, mengingatkan bagi penyelenggara pemilu, baik Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ataupun Komisi Pemilihan Umum (KPU), untuk tidak bermain-main politik pada Pilkada Serentak 2020.

Hal ini diungkapkan Doli, terkait adanya pasangan calon yang diusung Partai Golkar, termasuk di Kabupaten Ogan Ilir (OI) Ilyas Panji- Endang yang didiskualifikasi KPU OI, setelah mendapat rekomendasi Bawaslu setempat.

"Kita mengingatkan teman-teman penyelenggara pemilu seluruh Indonesia. Kita memonitor loh, jangan main-main penyelenggara, Bawaslu dan KPU jangan main-main ikut main politik," kata Doli selepas membuka Rapat Koordinasi Teknis Pemenangan Pemilu Partai Golkar provinsi Sumsel di Hotel Santika Premiere Bandara Palembang.

Menurut Doli, masalah di OI saat ini dalam proses hukum, dan pihaknya bersama parpol koalisi sedang berupaya memperjuangkannya kembali.

Mengingat di Pilkada serentak 2020 kali ini terdapat 6 paslon yang direkomendasikan Bawaslu didiskualifikai. Dari 6 paslon itu, 5 paslon yang diusung partai Golkar, dan 4 sudah ada putusan pengadilan.

"Na, di beberapa daerah tidak ada masalah lagi, karena kita sudah membuktikannya dan memang tidak ada masalah, termasuk di OI ini tdak ada masalah, cuma namanya politik itu biasalah," ujar ketua komisi II DPR RI yang membidangi pemilu ini.

Diungkapkan Koordinator Bidang pemenangan Pemilu partai Golkar ini, karena masalah Paslon di OI ini sudah di Pengadilan, mereka akan berupaya maksimal untuk mengembalikan paslon yang diusung Golkar jadi peserta Pilkada 2020.

"Kita punya argumentasi hukum yang kuat kalau kita tidak salah, oleh karena itu kalau ada yang ketahuan main- main, maka hati- hatilah. Kalau terbukti salah (Bawaslu dan KPU OI) nanti ada DKPP dan mekanisme hukum yang lain," tandas Doli.

Doli sendiri mengingatkan untuk bisa dikatakan sukses terlihat dari hasil di Pemilu, termasuk Pilkada 2020 merupakan langkah awal untuk menang Pemilu 2024 mendatang, mengingat Pemilu tahun ini diikuti 270 Pilkada atau lebih dari separuh daerah se Indonesia.

"Kita harus menang Pemilu Legislatif 2024 dan Presiden, tapi awalnya harus menang di Pilkada tahun 2020. Kalau kita memaksimalkan kemenangan Pilkada tahun ini, maka jalan 2024 lebih mudah," tuturnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved