Breaking News:

Menimbang Dampak Pengesahan UU Cipta Kerja Bagi Buruh

Baru-baru ini publik dikejutkan dengan disahkannya RUU Cipta Kerja pada tanggal 5 Oktober 2020 bertepatan dengan HUT TNI ke75

Editor: Wawan Perdana
TRIBUNSUMSEL.COM/SHINTA DWI ANGGRAINI
Foto Ilustrasi : Aksi demo yang digelar ribuan buruh di depan gedung DPRD Provinsi Sumsel untuk menolak undang-undang omnibus law cipta kerja, Kamis (15/10/2020) 

Oleh Bahrum Fikri, Karyasiswa Bappenas MAP Unsri

Baru-baru ini publik dikejutkan dengan disahkannya RUU Cipta Kerja pada tanggal 5 Oktober 2020 bertepatan dengan HUT TNI ke75.

Hampir semua masyarakat terutama dikalangan bawah menolak akan disahkannya RUU Cipta Kerja ini apalagi
ditengah kesulitan bangsa yang sedang dalam bertahan hidup menghadapi covid-19.

Kelompok buruh misalnya menyoroti soal terpangkasnya hak-hak pekerja disisi lain pemerintah mengklaim bahwasanya UU Cipta Kerja akan memuluskan investasi lewat penyederhanaan sistem birokrasi dan perizinan.

Tidak hanya penolakan namun pembahasan RUU Cipta Kerja pun kerap menghadirkan tanda tanya dan memancing perbincangan publik. Yang terbaru Ketika pemerintah dan DPR ngebut mengesahkannya menjadi Undang-Undang bahkan sampai rela rapat hingga larut malam di akhir pekan dan memajukan jadwal siding paripurna.

Ada apakah ini, mengapa RUU Cipta Kerja dibahas atau disahkan setelah pandemic covid berakhir?

Dimana semua orang masyarakat sedang fokus dalam menangani masalah covid-19 yang semakin lama semakin berbahaya, seurgensi itukah RUU tersebut harus segera disahkan.

Pengesahan RUU Cipta Karya menimbulkan pro kontra, tidak sedikit mengatakan RUU tersebut hanya diperuntukan untuk pemilik modal, pengusaha atau kapitalis tetapi melemahkan tenaga kerja terutama buruh.

Apa yang ada di dalam UU Cipta Kerja yang disinyalir bisa melemahkan buruh.

Berikut akan dikupas isi dari bidang ketenagakerjaan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved