Dituduh Relawan Jokowi Cyber Bullying, Najwa Shihab Tak Tinggal Diam, Beberkan Fakta Begini

Akhirnya Najwa Shihab buka suara terkait tayangan kursi kosong di program acara Mata Najwa.Rupanya, Najwa Shihab tak diam saja ketika namanya ramai

Editor: Moch Krisna
Capture YouTube Najwa Shihab
Viral video Najwa Shihab 'Menanti Terawan' 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Akhirnya Najwa Shihab buka suara terkait tayangan kursi kosong di program acara Mata Najwa.

Rupanya, Najwa Shihab tak diam saja ketika namanya ramai diperbincangkan karena dilaporkan setelah menayangkan wawancara kursi kosong.

Kini, Najwa Shihab mengunggah foto tangkapan layar berita tentang polisi menolak laporan terhadapnya terkait tayangan kursi kosong.

Ia mengaku tak tahu dasar pelaporan dan pasal yang dituduhkan. Namun, Najwa sudah tahu laporan tersebut ditolak polisi dan diminta dibawa ke Dewan Pers.

Ia mengaku siap jika harus menjalani pemeriksaan terkait hal tersebut.

 

Kemudian, host Mata Najwa ini juga memaparkan maksud dan arti dari tayangan kursi kosong di program yang dibawakannya.

Menurutnya, di Indonesia baru pertama kali dilakukan, tetapi di luar negeri gaya seperti itu sudah sempat beberapa kali di lakukan.

Berikut ini penjelasan Najwa Shihab yang diunggah di akun Instagram, Selasa (6/10/2020).

"Saya baru mengetahui soal pelaporan ini dari teman-teman media. Saya belum tahu persis apa dasar pelaporan termasuk pasal yang dituduhkan.

Saya dengar pihak Polda Metro Jaya menolak laporan tersebut dan meminta pelapor membawa persoalan ini ke Dewan Pers.

Jika memang ada keperluan pemeriksaan, tentu saya siap memberikan keterangan di institusi resmi yang mempunyai kewenangan untuk itu.

Tayangan kursi kosong diniatkan mengundang pejabat publik menjelaskan kebijakan-kebijakannya terkait penanganan pandemi.

Penjelasan itu tidak harus di Mata Najwa, bisa di mana pun. Namun, kemunculan Menteri Kesehatan memang minim dari pers sejak pandemi kian meningkat, bukan hanya di Mata Najwa saja.

tribunnews
Presenter Mata Najwa, Najwa Shihab akan dilaporkan ke polisi (YouTube)

Dan dari waktu ke waktu, makin banyak pihak yang bertanya ihwal kehadiran dan proporsi Manteri Kesehatan dalam soal penanganan pandemi.

Faktor-faktor itulah yang mendorong saya membuat tayangan yang muncul di kanal Youtube dan media sosial Narasi.

Media massa perlu menyediakan ruang untuk mendiskusikan dan mengawasi kebijakan-kebijakan publik.

 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved