Breaking News:

Corona di Prabumulih

DPRD Prabumulih Minta Pemkot Bertindak Atas Kasus Corona yang Makin Meningkat : Jangan Diam Saja

DPRD Prabumulih Minta Pemkot Bertindak Atas Kasus Corona yang Makin Meningkat : Jangan Diam Saja

Penulis: Edison | Editor: Siemen Martin
EDISON/TRIBUNSUMSEL.COM
Wakil Ketua II DPRD Prabumulih, Ir Dipe Anom 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - DPRD Prabumulih menyoroti Pemkot atas meningkatkan kasus covid-19.

Wakil Ketua 2 DPRD Prabumulih, Ir Dipe Anom mengungkapkan pemerintah melalui dinas terkait maupun tim gugus tugas yang menangani corona agar jangan diam saja atau membiarkan.

"Pemerintah harus melakukan apa-apa yang menjadi acuan pusat, jangan ada pembiaran atau diam saja terkait masalah ini (corona-red)," kata Dipe ketika diwawancarai di gedung DPRD Prabumulih, Senin (28/10/2020).

Dipe menuturkan, jika memang ada perkembangan atau kasus terkonfirmasi baik itu diketahui karena pemeriksaan mandiri atau dari pemerintah daerah maka langkah sesuai prosedur harus segera dilakukan.

"Langkah sesuai prosedur 3T harus dilakukan, Testing (pemeriksaan), Tracing (pelacakan) dan Treatment (pengobatan) kalau memang dinyatakan (positif-red) maka harus lakukan itu walaupun di lingkungan kecil," bebernya.

Upaya 3T dan penerapan protokol kesehatan harus terus dilakukan kata Dipe untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di Bumi Seinggok Sepemunyian.

Termasuk jika di suatu instansi ada yang tertular maka tim gugus tugas harus melakukan langkah untuk memutus mata rantai termasuk meliburkan pegawai yang bekerja.

"Kalau dianggap ada maka prosedur harus dilakukan karena memutus mata rantai, terkait masalah alokasi anggaran penanganan covid belum terkendali dan membutuhkan anggaran, ini harus berkelanjutan karena disinyalir belum ada tanda-tanda selesai," katanya.

Hal yang sama disampaikan Wakil Ketua 1, H Ahmad Palo SE saat ini RSUD Prabumulih telah memiliki Tes Cepat Molekuler (TCM) namun belum lengkap dan pihaknya mendorong agar ditambah alat belum ada sehingga bisa segera digunakan.

"Dinkes mengatakan akan membeli alat itu dipesan Rp 1 miliar kalau tidak salah dan kemungkinan Desember baru bisa digunakan.

Jika ada alat itu maka tak perlu lagi mengirim sample swab dan menunggu hasil yang lama," bebernya.

Disamping itu Palo meminta pemkot untuk tetap memperhatikan kepentingan masyarakat baik pemcegahan, penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi masyarakat.

"Masalah corona ini jangan kemudian diabaikan tapi harus tetap jadi perhatian kita bersama dan harus tetap diwaspadai, protokol kesehatan harus tetap diterapkan upaya pencegahan, penanganan juga harus tetap dilakukan," pintanya. (eds)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved