Geisz Chalifah Sebut PSI Selalu Ingin Jatuhkan Anies Baswedan, Tantang di Pilkada DKI Jakarta 2022
Kritikan yang gencar dilakukan oleh PSI, khususnya terhadap penanganan Covid-19 dijadikan alat untuk menjatuhkan Anies Baswedan sebut Geisz Chalifah.
TRIBUNSUMSEL.COM - Sikap kritis Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terhadap kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai tak objektif oleh aktivis sosial Geisz Chalifah.
Geisz Chalifah menilai bahwa PSI memiliki niatan buruk kepada Anies Baswedan.
Kritikan yang gencar dilakukan oleh PSI, khususnya terhadap penanganan Covid-19 dijadikan alat untuk menjatuhkan Anies Baswedan sebut Geisz Chalifah.

Geisz Chalifah lantas mempertanyakan statement dari PSI yang dikatakan meminta supaya mendahulukan kemanusiaan dalam penanganan Covid-19, bukan ekonomi maupun politik.
Sedangkan menurut Geisz Chalifah, sikap yang dilakukan oleh PSI justru dinilai mengarah ke politik.
Buktinya tidak ada satupun kebijakan dari Anies terkait penanganan Covid-19 di Ibu Kota yang mendapat dukungan atau apresiasi dari PSI.
Itu artinya, PSI memandang bahwa semua kebijakan Anies dinilai buruk atau tidak tepat.
"Di mana letak Anda menyatakan bahwa Anda mendahulukan kemanusiaan," tanya Geisz Chalifah.
"Kalau Anda mendahulukan kemanusiaan, Anda bersinergi kepada pemerintah daerah ini yang dalam rangka yang positif, yang negatifnya silakan kritik," jelasnya.
"Tapi kapan pernah Anda memberikan suara positif terhadap Anies Baswedan, tidak pernah."
Oleh karenanya, melihat sikap dari PSI, Geisz Chalifah menyakini bahwa partai dengan logo tangan mengepal itu memiliki tujuan untuk selalu menjatuhkan Anies.
"Jadi dengan yakin saya katakan bahwa bagi PSI yang utama adalah bagaimana menjatuhkan Anies Baswedan," katanya.
Lebih lanjut, Geisz Chalifah lantas memberikan tantangan langsung kepada PSI yang diwakili oleh William Aditya.
Dirinya meminta untuk beradu dan saling membuktikan pada kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2022 mendatang.
"Kalau Anda benar-benar petarung, karena saya melihatnya Anda dan teman-teman Anda konteksnya politik," ucap Geisz Chalifah.