Berita Prabumulih

Dua ASN Prabumulih Ditangkap karena Kasus Narkoba, Walikota : Jadi PNS Susah Malah Lakukan Itu

Ridho mengatakan, pihaknya tidak bisa menerapkan sanksi asal copot atau memberhentikan seperti diminta banyak pihak karena harus mengacu pada aturan

Penulis: Edison | Editor: Wawan Perdana
tribunsumsel.com/khoiril
Ilustrasi ASN di Prabumulih terlibat kasus narkoba diamankan petugas 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH-wali Kota Prabumulih Ridho Yahya menaruh perhatian serius ditangkapnya dua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) kota Prabumulih karena kasus sabu.

Bahkan satu diantaranya merupakan pejabat di lingkungan Pemkot Prabumulih.

Orang nomor satu di Bumi Seinggok Sepemunyian itu mengungkapkan, pihaknya tentu akan memberikan sanksi terhadap dua oknum ASN itu sesuai dengan aturan berlaku.

"Itulah yang kita sayangkan, jadi PNS susah malah melakukan itu. Kita akan berikan sanksi sesuai aturan berlaku, kita bukan tidak tegas tapi tetap menerapkan aturan," ungkap Ridho ketika diwawancarai usai peletakan pembangunan TK/PAUD percontohan, Selasa (8/9/2020).

Ridho mengatakan, pihaknya tidak bisa menerapkan sanksi asal copot atau memberhentikan seperti diminta banyak pihak karena harus mengacu pada aturan yang berlaku.

Heri Amalindo Tak Hadir Tes Psikologi dan Narkoba, Ini Hasil Swab Bupati Petahana

"Jika kita asal maka kita bisa bermasalah karena mereka (oknum tertangkap) bisa menuntut kita nantinya," bebernya.

Disinggung apakah kedepan akan melakukan tes urine bagi pegawai, suami Suryanti Ngesti Rahayu itu mengaku, itu akan dilakukan secara dadakan dan pihaknya akan menganggarkan untuk pembelian alat tes urine.

"Tentu akan kita lakukan tes urine namun tidak bisa sekarang karena belum efektif, kalau kayak dulu semua pegawai ikut upacara bisa kita lakukan tes dadakan, sekarang tidak bisa karena terkendala corona. Nanti akan kita anggarkan dan nanti juga akan kerjasama dengan pihak-pihak terkait," katanya.

Terpisah, Wakil Ketua 1 DPRD Prabumulih, H Ahmad Palo SE menyesalkan ulah dua oknum ASN yang memberikan contoh tidak bagus kepada masyarakat dan murid tersebut.

"Sangat kita sesalkan, kita juga sempat bicarakan kepada Sekda agar jangan lagi terulang karena ada satu oknum yang pernah ditangkap narkoba malah diberikan jabatan dan tertangkap lagi," ujarnya.

Palo menuturkan, para pegawai yang selama ini berlomba memberikan dedikasi dan bekerja dengan baik hendaknya diprioritaskan mendapat promosi jabatan sementara yang jelas-jelas bekerja tidak baik maupun melakukan penyalahgunaan narkotika agar jangan diberi jabatan.

Seorang Pemancing di Banyuasin Panik Lihat Buaya 3 Meter, Ketakutan Berlari Minta Tolong

"Kita sesalkan dan sayangkan pegawai bekerja tidak baik serta bermasalah justru diberikan jabatan. Untuk itu kita membicarakan dengan Sekda beberapa waktu lalu agar itu jangan dilakukan lagi," tegasnya seraya mengatakan Sekda juga menuturkan akan melakukan tes urine terhadap para pegawai secara bertahap nantinya.

Seperti diketahui, dalam sebulan terakhir dua ASN Pemkot Prabumulih diringkus polisi melakukan pesta dan kepemilikan narkoba.

Satu oknum bernama yakni Andi Rozali yang merupakan pejabat di Pemkot Prabumulih dan Nova Satria Wijaya yang merupakan seorang guru.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved