Kata BMKG, Ini Penyebab Suhu Udara di Palembang Semakin Panas Hingga Mencapai 35 Derajat Celcius
Kepala Unit Analisis dan Prakiraan Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Sinta Andayani, mengatakan, beberapa hari ini memang mulai terjadi peningkata
TRIBUNSUMSEL.COM -- Sejak beberapa hari terakhir, udara di kota Palembang terasa panas bahkan di waktu malam.
Kepala Unit Analisis dan Prakiraan Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Sinta Andayani, mengatakan, beberapa hari ini memang mulai terjadi peningkatan suhu udara di Palembang.
Tercatat, suhu udara maksimum mencapai 35°C sedangkan suhu minimum mencapai 26,1° C. Kelembaban udara maksimum 92 persen dan minimum 48 persen.
Sinta menjelaskan, Kondisi kelembaban udara yang rendah mengindikasikan udara semakin kering dan suhu udara juga semakin panas. Hal ini terjadi karena perlahan wilayah Sumsel sudah mulai memasuki puncak musim kemarau.
"Artinya suplai uap air sudah mulai berkurang untuk melembabkan udara," jelasnya.
Untuk informasi, titik api (hotspot) pada 8 Agustus lalu di wilayah Sumsel terdeteksi 14 titik dalam kategori sedang.
Menurut Sinta, sejauh ini yang berkontribusi besar terhadap kenaikan suhu udara adalah faktor dinamika atmosfer yaitu musim timur atau musim kemarau.
"Jadi, dengan kondisi yang demikian untuk selanjutnya masyarakat lebih waspada kemarau dengan mencegah hal hal yang bisa menimbulkan kebakaran, menghemat penggunaan air bersih dan juga waspada bahaya karhutla." ujarnya.
Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Suhu Udara di Palembang Semakin Panas Mencapai 35 Derajat Celcius, BMKG Jelaskan Penyebabnya, https://palembang.tribunnews.com/2020/08/09/suhu-udara-di-palembang-semakin-panas-mencapai-35-derajat-celcius-bmkg-jelaskan-penyebabnya.
Penulis: Jati Purwanti
Editor: Yandi Triansyah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/ilustrasi-cuaca-panas-terik_20181009_210115.jpg)