Corona di Palembang
Ahli Epidemiologi Unsri : Warga Palembang Kelas Menengah ke Bawah Mulai Tak Percaya Lagi Corona
Kota Palembang kembali ditetapkan sebagai wilayah zona merah penyebaran covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel)
Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: M. Syah Beni
Menurutnya, ketidakdisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan selama pandemi di tengah masyarakat juga berasal dari paradigma yang sudah berubah.
Masa New Normal dipersepsikan sebagian masyarakat merupakan saat dimana segala situasi kembali normal.
Ia mengakui cukup sulit untuk mengubah paradigma yang terbentuk.
Namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk bisa kembali menggugah kesadaran masyarakat.
"Pertama dengan mengeliminasi informasi hoax terkait corona.
Kedua, kesamaan informasi yang keluar dari pejabat daerah dan pusat.Ketiga, mengajak semua elemen untuk mengkampanyekan corona merupakan masalah serius, bukan teori konspirasi, apalagi urusan politik dan kapitalisme, bekerjasama dengan para ulama," ujarnya.
Najmah menilai, bekerjasama dengan ulama untuk terus menerapkan protokol kesehatan selama pandemi, merupakan cara tepat yang bisa dilakukan ke masyarakat kota Palembang.
"Tipikal masyarakat kota Palembang Darussalam adalah religius, jadi pendekatan ke ulama, guru ngaji, pimpinan pondok pesantren, dan tokoh masyarakat (para guru) untuk bersama sama memerangi dan menerapkan protokol kesehatan tepat dilakukan di Palembang," ujarnya.
Ia juga mengimbau agar masyarakat untuk selalu menerapkan 3M.
"Menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak adalah cara sederhana yang harus secara disiplin kita terapkan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona," ujarnya.