Berita OKI

Kapolres OKI Sampaikan Banyak Pesan untuk Para Kades, dari Soal Corona hingga Karhutla

Ditambahkan Kapolres, bahwa kejahatan kriminal dan kasus pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), dan pencurian kendar

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Weni Wahyuny
Tribun Sumsel/ Winando
Kapolres OKI, AKBP Alamsyah Pelupessy 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Kesadaran masyarakat akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 di kehidupan sehari-hari dinilai semakin menurun.

Untuk itu, campur tangan berbagai perangkat di instansi pemerintahan dalam sosialisasi kepada masyarakat sangat diperlukan.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Ogan Komering Ilir (OKI), AKBP Alamsyah Palupessy dalam kegiatan tatap muka bersama para Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten OKI di Kayuagung.

Tak henti-hentinya, Kapolres mengingatkan kepada para Kades yang memimpin di wilayah hukumnya terkait kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Sumsel Sudah Masuk Musim Kemarau tapi Hujan Masih Turun, Ini Penjelasan BMKG

"Saat ini masih dalam pandemi Covid-19, dan masyarakat yang terkonfirmasi positif virus corona juga masih terus ada bahkan cenderung bertambah.

Jadi kami minta tolong kepada para Kades supaya masyarakat di desanya untuk selalu mentaati protokol, karena penderita belum bisa ditekan sepenuhnya," imbau Kapolres di hdapan seluruh Kades di Kabupaten OKI, Rabu (15/7/2020).

Di kesempatan itu pula Kapolres membahas tentang pelonggaran aktivitas masyarakat, terutama yang masih terus dibahas yakni mengenai penyelenggaraan pesta hajatan.

"Kami tegaskan, walaupun acara pernikahan sudah boleh digelar namun pesta yang mengumpulkan orang banyak belum dibolehkan, kalaupun akan menggelar resepsi ada beberapa hal yang harus dipenuhi," tegasnya seraya mengingatkan disiplin terhadap Protokol Kesehatan pencegahan Covid-19.

Ditambahkan Kapolres, bahwa kejahatan kriminal dan kasus pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) atau 3C di wilayah Kabupaten OKI masih tinggi.

Seorang Istri di Palembang Dikeroyok Suami dan Istri Siri, Dicekik hingga Dipukul Pakai Centong Besi

"Kemudian kami ingatkan juga, agar bersama menjaga keamanan wilayah desanya masing-masing karena kejahatan kriminal di sekitar kita ini masih marak. Termasuk masalah peredaran narkotika yang juga masih marak meski di pelosok desa sekalipun," jelasnya.

Masih kata Kapolres, budaya mudahnya menghilangkan nyawa seseorang masih diremehkan banyak orang seperti yang viral di media sosial beberapa waktu lalu, padahal hukuman bagi pelaku pembunuhan cukup berat.

"Selanjutnya, jangan biasakan membawa senjata tajam, walaupun dengan dalih ingin menjaga diri. Kebiasaan membawa sajam tentu akan memicu rasa ingin melukai seseorang baik secara sengaja maupun terpaksa," pungkasnya.

Dan yang terakhir menjadi imbauan daei Kapolres yakni mengenai bencana kebakaran hutan dan lahan.

Para Kades ditekankan untuk ikut turun melakukan pengawasan di wilayah desanya masing-masing.

Sudah Lama Diintai, Kurir Narkoba di Musi Rawas Pasrah Dihadang Polisi di Jalan

"Tolong kades bantu kami turun langsung sosialisasi mengingatkan masyarakat untuk jangan buka lahan dengan cara dibakar. Kami sebenarnya tidak ingin ada yang sampai diproses secara hukum," bebernya.

Ditambahkan oleh Komandan Kodim 0402/OKI, Letkol CZI Zamroni mengenai masalah karhutlah sebagai masalah yang mendapat perhatian khusus.

"Kami yakin masalah karhutlah ini akan sebisa mungkin dilakukan pencegahannya," tegasnya.

Ia melanjutkan, masyarakat sebaiknya meninggalkan kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar masih ada cara lain yang bisa dipilih untuk membuka lahan.

"Selain membakar, masih ada cara lainnya jika memang masyarakat ingin membuka lahan untuk dikelola, seperti menggunakan alat berat dan lainnya," tutupnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved