Breaking News:

Berita Palembang

Seorang Istri di Palembang Dikeroyok Suami dan Istri Siri, Dicekik hingga Dipukul Pakai Centong Besi

Sehingga saat kejadian di TKP terjadi cekcok mulut antara korban dengan terlapor bersama istri sirinya.

Penulis: Pahmi Ramadan | Editor: Weni Wahyuny
Tribunsumsel.com
Ilustrasi KDRT oleh Tribunsumsel.com 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Irma Susanti (41), warga Jalan Tepi Sungai Ogan, Kecamatan Jakabaring Palembang dianiaya suaminya Sudirman (32) bersama istri sirinya Rika, Selasa (14/7/2020) sekira pukul 05.00 WIB.

Irma dianiaya lantaran hendak meminta bagian hasil penjualan rumahnya.

Akibatnya kejadian tersebut korban mengalami sakit bagian kepala dan selurah badan.

"Pada saat itu saya datang baik-baik ke tempat mereka berdagang di Jalan Pangeran Ratu, samping pasar buah Jakabaring, Kecamatan Jakabaring dengan tujuan meminta bagian yang hasil penjualan rumah," ujarnya Rabu (15/7/2020).

CATAT ! Jadwal dan Lokasi Mobil SIM Keliling Polrestabes Palembang, Minggu Tetap Melayani

Sumsel Sudah Masuk Musim Kemarau tapi Hujan Masih Turun, Ini Penjelasan BMKG

Update Sebaran Corona di Seluruh Kecamatan di Palembang, Gandus dan IB I Paling Banyak Meningkat

Irma membuat laporan polisi di SPKT Polrestabes Palembang, Rabu (15/7/2020).
Irma membuat laporan polisi di SPKT Polrestabes Palembang, Rabu (15/7/2020). (TRIBUNSUMSEL.COM/PAHMI RAMADAN)

Namun bukannya memberikan hak korban, terlapor tidak senang dan marah.

Sehingga saat kejadian di TKP terjadi cekcok mulut antara korban dengan terlapor bersama istri sirinya.

"Mungkin kesal dia langsung mencekik saya kemudian istri sirinya memukul kepala saya dengan centong besi, dan suami saya langsung mendorong saya hingga saya terjatuh," bebernya.

Lanjut ia mengungkapkan bahwa ia mempunyai hak atas penjualan rumahnya oleh terlapor.

"Saya punya hak karena itu rumah saya yang dijual terlapor seharga Rp10 juta, ditambah ia sudah mempunyai istri lagi tanpa izin dari saya," katanya.

Atas kejadian itulah Irma melaporkan sang suami bersama istri sirinya ke SPKT Polrestabes Palembang.

"Saya tidak senang, apalagi dia nikah lagi tanpa izin saya," tutupnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan mengenai tindak pidana KDRT dan pengeroyokan yang dialami korban.

"Laporan sudah kita terima dan laporan korban akan ditindaklanjuti oleh Unit Reskrim Polrestabes Palembang," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved