Breaking News:

PSBB Palembang

Palembang Masuk Zona Oranye di Akhir PSBB Tahap 2, Prof Yuwono : PSBB Tidak Perlu Diperpanjang

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan Prof Yuwono mengatakan, wajar saja kalau Palembang masuk zona oranye

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ M Ardiansyah
Seorang pengemudi mobil yang kedapatan tidak mengenakan masker dan diberikan sanksi untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya saat permberlakukan PSBB di Palembang, Selasa (26/5/2020). 

"Jika Pemerintah Kota sepakat untuk melanjutkan PSBB maka saran saya agar lebih serius. Sebab minggu-minggu terakhir PSBB yang sekarang sangat terasa betapa longgarnya penerapan PSBB. Bahkan dengan mudah kita jumpai orang berkerumun di banyak tempat," ungkapnya.

Penambahan Kasus Positif Corona di Sumsel Kembali Melonjak Selasa (16/6), 2 Kasus Lagi Tembus 1500

Maka menurutnya, masih perlu di kampanyekan tentang perubahan perilaku menuju perilaku yang adaptif dalam memasuki kebiasaan baru atau new normal life ini.

Maka ini harus makin digalakkan di hari-hari mendatang sebelum memasuki new normal life.

"PSBB transisi hendaknya bukan PSBB dengan serba pelonggaran kegiatan tetapi hendaknya merupakan PSBB dengan beberapa kelenturan. Namun dalam arti kondisi tertentu aktivitas yang tidak memiliki risiko tinggi dan menyangkut sosial ekonomi dapat mulai diperbolehkan," pesannnya.

Kemudian terkait Palembang masuk zona oranye menurutnya, walaupun sudah mulai terjadi penurunan dari zona merah ke zona oranye tapi ini fenomena sesaat yang masih harus dilihat dulu konsistensi penurunan angkanya.

"Artinya, belum saat nya kita menurunkan tingkat kewaspadaan. Dalam kaitan dengan PSBB yang berakhir besok, saya pikir kita tidak punya pilihan lain selain melanjutkan. Karena kalau kita mengakhiri PSBB dan langsung masuk ke new normal life belum cukup kesiapan kita untuk itu," katanya.

Sementara itu Gubernur Sumsel Herman Deru sudah mendapat laporan dari Walikota bahwa Palembang sudah menuju ke zona oranye.

Tapi untuk penghentian PSBB itu harus berdasarkan data.

"Mungkin nanti tim epidemiologi akan menyampaikan hasil analisanya bagaimana," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved