Breaking News:

Sebaran Hotspot di Sumsel Januari-Juni 2020 Capai 1.721 Titik, Paling Banyak di Muara Enim dan OKI

Dari data BPBD Sumsel, Ogan Komering Ilir (OKI) dan Muara Enim menjadi penyumbang terbanyak titik api pada semester pertama yakni 340 titik dan 338 ti

Editor: Weni Wahyuny
Dok.Pemprov Sumsel
ILUSTRASI - Setelah dilepas oleh Gubernur Sumsel H.Herman Deru dan Wagub Sumsel H.Mawardi Yahya hari Selasa (24/9) lalu, ratusan mahasiswa yang menjadi relawan Karhutla langsung bergabung dalam operasi pemadaman kebakaran lahan dan hutan di sejumlah wilayah di Sumatera Selatan. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan (BPBD Sumsel) memetakan sepanjang tahun 2020 pada semester pertama, terdapat 1.721 hotspot (titik api) yang tersebar hampir merata di seluruh wilayah Sumsel, Senin (15/6/2020).

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori mengatakan BPBD beserta perangkat daerah, mulai menyiapkan langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) jelang musim kemarau yang tak lama lagi akan menerpa Bumi Sriwijaya.

Dari data BPBD Sumsel, Ogan Komering Ilir (OKI) dan Muara Enim menjadi penyumbang terbanyak titik api pada semester pertama yakni 340 titik dan 338 titik.

845 Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19, 512 Masih Dirawat, Update Corona di Palembang 15 Juni Pagi

"Sebaran titik api hampir merata di seluruh wilayah Sumsel. Paling banyak terpantau di OKI dan Muara Enim," kata Ansori.

Ia menyebut, daerah lain yang memiliki titik api terbesar lainnya adalah Musi Banyuasin (Muba) sebanyak 292 titik, Banyuasin mencapai 186 titik, Ogan Ilir 124 titik, PALI 118 titik, OKU 72 titik, Musirawas 61 titik, Lahat 50 titik, dan Musirawas Utara (Muratara) sebanyak 33 titik.

Palembang juga terpantau ada 27 titik, dilanjutkan dengan Prabumulih sebanyak 23 titik, OKU Selatan 20 titik, OKU Timur sebanyak 18 titik, dan Empat Lawang sebanyak 11 titik. Kemudian Lubuk Linggau sebanyak lima titik dan paling sedikit berada di Pagaralam tiga titik.

"Hotspot terpantau dari Januari sampai Juni. Hotspot paling banyak terjadi pada bulan Maret lalu yang mencapai 457 titik," ungkap Ansori.

Ansori menjelaskan, demi mengantisipasi sebaran titik api yang semakin banyak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel menetapkan Siaga Karhutla sejak Mei 2020 hingga Oktober 2020 mendatang.

Kecamatan Lubuklinggau Selatan I Zero Covid-19, Update Corona di Lubuklinggau Senin 15 Juni Pagi

Berapa pos komando di tingkat desa telah disiapkan dengan melibatkan perangkat desa dan instansi terkait. Mereka akan memantau titik api, sehingga ketika ada lahan yang terbakar dapat dicegah lebih dini.

"Sejak bulan Mei sampai Oktober telah ditetapkan sebagai siaga karhutla. Untuk anggaran nantinya dibebankan pada APBN serta APBD Sumsel," ujarnya. (Oca/sp)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved