Waspada Kejahatan di Tengah Pandemi Corona, Kesulitan Ekonomi jadi Alasan, Ini Kata Pakar Hukum

Azwar juga mengingatkan bahwa keadaan sulit akibat pandemi bukan menjadi satu-satunya alasan bagi seseorang bisa sampai nekat melakukan tindak kejaha

Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Weni Wahyuny
Tribun Sumsel/ Shinta Dwi Anggraini
Pakar Hukum dari Universitas Taman Siswa Palembang, Azwar Agus 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pandemi virus corona yang masih terjadi hingga kini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap tindak kriminalitas di tengah masyarakat.

Mengingat kesulitan yang terjadi saat ini telah berimbas pada berbagai sektor tak terkecuali perekonomian.

Hal ini dikhawatirkan menjadi salah satu alasan bagi pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya.

Pakar Hukum dari Universitas Taman Siswa Palembang,  Azwar Agus SH MH mengatakan, sulitnya perekonomian selama pandemi berbanding lurus dengan tindak kejahatan yang terjadi.

Update Corona di Palembang Senin 8 Juni Pagi, Bertambah 24 Sembuh dari Covid-19, 478 Masih Dirawat

"Bisa karena pemutusan tenaga kerja secara besar-besaran, sumber-sumber penghasilan yang berkurang, banyak perusahaan yang tutup dan lain sebagainya. Itu adalah beberapa faktor yang bisa saja menjadi alasan seseorang melakukan tindak kejahatan," ujarnya, Senin (8/6/2020).

Meskipun begitu, Azwar juga mengingatkan bahwa keadaan sulit akibat pandemi bukan menjadi satu-satunya alasan bagi seseorang bisa sampai nekat melakukan tindak kejahatan.

Selain karena desakan kebutuhan ekonomi, keinginan orang yang telah berulangkali melakukan tindak kejahatan dan ingin terus-menerus berbuat jahat juga tak bisa untuk dikesampingkan.

"Hal ini juga sebagai dampak dari lemahnya penegakan hukum sehingga menjadi salah satu pemicu terjadinya tindak pidana. Seperti contohnya kejahatan jalanan, tindakan itu bisa dilakukan secara cepat dan menghasilkannya juga mudah. Contohnya begal motor atau jambret handphone, barang-barang seperti itukan mudah dijual. Hal-hal seperti ini yang juga penting untuk disikapi," ujarnya.

Tak hanya itu, kata Azwar, narkotika juga menjadi salah satu faktor penyumbang terbesar dari seseorang bisa nekat berbuat kejahatan.

Contohnya para pelaku kejahatan khususnya tindakan sadis di jalanan, mayoritas adalah pengguna narkotika.

Sudah Jalani Sidang Cerai, Suami di Muara Enim Siksa Istri dan Paksa Berhubungan di Semak-semak

"Seringkali terjadi, ketika pelakunya dites urine hasilnya menunjukkan bahwa mereka positif menggunakan narkoba. Banyak juga diantara mereka yang setelah diperiksa lebih lanjut mengaku nekat berbuat kejahatan hanya supaya bisa beli narkoba lagi," ujar dia.

Disisi lain, ia juga mengapresiasi kinerja aparat penegak hukum selama terjadinya pandemi ini.

Tak hanya mengawal dan menjaga keamanan selama pandemi, Azwar juga menilai aparat penegak hukum juga tetap menjalankan tugasnya dalam mengungkap kasus-kasus besar terkait pengedaran narkotika.

"Padahal secara kasat mata, kasus ini tidak terlalu diperhatikan karena kita fokus pada penanganan pandemi yang terjadi. Artinya juga banyak pengedar narkoba yang memanfaatkan kesempatan di tengah situasi saat ini. Tapi syukurnya polisi maupun aparat penegak hukum lainnya bisa mengantisipasi hal itu," ujarnya.

Kabar Baik Corona di Lubuklinggau, Tujuh Pasien Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Lebih lanjut dikatakan, butuh sinergi bersama antara aparat penegak hukum dan masyarakat luas guna menjaga keamanan khususnya dimasa pandemi yang masih terjadi hingga kini.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved