Tidak Semua Jenazah Harus Dimakamkan Sesuai Prosedur Covid-19, Ini Penjelasannya

Yusri menjelaskan, pemakaman secara protap covid-19 hanya diberlakukan pada 2 kategori jenazah

Tribunsumsel.com/ Eko Hepronis
Foto Ilustrasi : Suasana saat pemakaman PDP diduga terjangkit Covid-19 di TPU Taba Lestari Kota Lubuklinggau 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Saat pandemi virus corona (covid-19) yang masih terjadi saat ini, timbul berbagai ketakutan di tengah masyarakat.

Diantaranya adanya anggapan yang menyebut kebanyakan pasien meninggal di rumah sakit pasti akan dimakamkan sesuai prosedur tetap (protap) covid-19.

Terlepas apakah pasien tersebut benar-benar positif terjangkit virus covid-19 atau tidak.

Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Sumsel, Yusri, secara tegas membantah adanya anggapan tersebut.

"Kalau seseorang meninggal dunia karena penyakit selain covid-19 dan tim dokter juga tidak melihat adanya gejala, maka jenazahnya bisa dibawa pulang ke rumah untuk kemudian dimakamkan secara biasa,"ujarnya, Minggu (31/5/2020).

Yusri menjelaskan, pemakaman secara protap covid-19 hanya diberlakukan pada 2 kategori jenazah.

Kategori pertama adalah jenazah pasien positif yang secara otomatis sudah semestinya dimakamkan sesuai protap covid-19.

Ojol Bakal Demo ke Istana Negara, Jika Tak Diperbolehkan Angkut Penumpang saat New Normal

Kategori kedua adalah orang yang meninggal dunia dengan status sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Lebih lanjut dikatakan, status PDP diberikan pada pasien yang telah menunjukkan adanya gejala covid-19.

Kondisi tersebut akan ditindaklanjuti oleh tim medis dengan melakukan pemeriksaan swab untuk memastikan kebenarannya.

Halaman
12
Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved