Berita Palembang

Gegara Petasan Kena Rumah Orang Lain, Bocah di Palembang Ini Dianiaya Sampai Memar

Rf menuturkan kejadian tersebut bermula saat petasan yang dimainkan temannya tidak sengaja mengenai rumah Sk

Tribun Sumsel/ Pahmi
Iskandar menemani anaknya membuat laporan polisi ke SPKT Polrestabes Palembang, Jumat (29/5/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Petasan yang dimainkan Rf dan teman-temannya tidak sengaja mengenai rumah Sk di Jalan Gotong Royong, Kecamatan Sako, Palembang.

Sk yang marah kemudian menganiaya Rf dan temannya, Kamis (28/5/2020) pukul 21.30 WIB.

Rf menuturkan kejadian tersebut bermula saat petasan yang dimainkan temannya tidak sengaja mengenai rumah Sk.

"Saat kejadian kak kami langsung berlari semua, kemudian saya tertangkap oleh pelaku. Saat itu juga pelaku langsung memukul saya dibagian kepala, muka dan saya juga ditendang, kejadian tersebut tidak jauh tidak jauh dari rumah pelaku," kata bocah 12 tahun ini.

Lebih lanjut ia mengatakan bukan hanya dia yang dipukuli pelaku namun temannya yang melemparkan petasan tadi juga ikut dipukul pelaku.

Update Corona Muara Enim 29 Mei : 13 Orang Sembuh, Tersisa Satu Pasien Dirawat

"Kemudian setelah berhasil mencari teman saya yang tadi melarikan diri, kami berdua langsung dibawa kerumah pelaku."

"Setelah sampai di rumah pelaku kami berdua langsung dipukul pelaku di dalam rumahnya, kemudian setelah itu kami disuruh pulang," katanya.

Ayah korban bernama Iskandar (46 tahun), warga Jalan Gotong Royong Kecamatan Sako tidak terima anaknya dianiaya pelaku.

"Saya tidak terima, pelaku ini sudah besar bukan lagi anak-anak. Anak saya sampai sakit akibat dianiaya pelaku, saya harap pelaku bisa segera tertangkap," katanya.

UPDATE Corona Sumsel 29 Mei : Tambahan Pasien Sembuh Hampir Sama dengan Kasus Positif

Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka pada bagian dahi sebelah kiri memar, muka bagian kiri memar, perut bagian kanan lecet dan sakit.

Sementara itu Kepala Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sumsel, Rudi Baihaki melalui Perwakilannya, Elfi Zahri mengatakan hari ini ia menemani kedua anak tersebut untuk membuat laporan polisi.

"Saya berharap polisi dapat mengupas tuntas masalah ini sampai ke akar-akarnya. Karena yang menjadi korban adalah anak-anak yang masih dibawah umur," tutupnya.

Tidak terima anaknya dianiaya pelaku lantas Iskandar melaporkan pelaku ke SPKT Polrestabes Palembang untuk membuat laporan polisi.

Teror Siamang di Buay Rawan OKU Selatan, 9 Orang Sudah Jadi Korban

Sementara itu, Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan kekerasan terhadap anak.

Laporan sudah kita terima, selanjutnya laporan korban akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polrestabes Palembang," tutupnya.

Penulis: Pahmi Ramadan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved