Cerita Khas Sumsel
Ketua MA Muhammad Syarifuddin Asli Putra OKU, Gemar Mencari Ikan, Ini Kisah Perjuangannya
Ketua MA Dr H Muhammad Syarifuddin di mata saudara-saudaranya merupakan sosok yang mengayomi dan bertanggung jawab
”Ini rumah kak Udin, aku diminta nunggu karena kakak hanya sesekali balek,” terang Mursiah.
Menurut Mursiah, Dr H Muhammad Syarifuddin SH MH merupakan putera ketiga dari enam bersaudara anak dari pasangan Damroh (ayah) dan Aimah (ibu).
Saudara kandungnya yang tertua Sofiah, kemudian Ningudah (ayuk) dan Mursiah, Riduan dan M Soleh (adik).
Selaku adik yang urutannya pas dibawah Syarifuddin,
Mursiah mengaku sangat dekat dengan kakaknya.
Di mata Mursiah, Syarifddin merupakan sosok kakak yang sangat menyayangi keluarga dan memikul tanggung jawab penuh.
Sebagai lelaki sulung dalam keluarga, Syarifuddin sudah sejak SMA sudah menjadi tangan tangan ayahnya dalam menjaga adik-adiknya.
Yang paling diingat oleh Mursiah, pria pendiam rajin mencari ikan untuk lauk makan.
Bahkan alat penangkap ikan dirajut sendiri oleh Syarifuddin.
Selain merajut jala dan jaring , Udin juga membuatkan tangkul (alat penangkap ikan yang diberi gagang rotang melengkung) untuk saudara perempuannya.
Bahkan sebelum menantau ke Yogyakarta, Syarifuddin sengaja merajut jala untuk ditinggalkan kepada saudara-saudaranya.
Pesannya kalau mau makan pakai lauk ikan harus giat mencari ikan disungai karena Allah sudah menyiapkan Sungai Ogan yang menyimpan kekayanan hayati berupa ikan dan udang yang tinggal ditangkap.
Waktu masih sekolah di Baturaja kata Mursiah, Syarifuddin terkenal sebagai anak yang berotak cemerlang.
Teman-temannya yang jumlahnya belasan orang rutin belajar kelompok dirumah orang tua mereka yang kini sudah terbakar.
Waktu SD dan SMP, Sayarifuddin sekolah di Xaverius Baturaja, kemudian SMAN I OKU.
Waktu SMA pria yang pendiam dan cerdas ini harus menempuh perjalanan sekitar 6 KM berjalan kaki, karena waktu itu belum ada kendaraan umum seperti sekarang.