Hujan Deras di Palembang

Hujan Disertai Angin Kencang Melanda Palembang, Tanda akan Kemarau di Sumsel? Ini Penjelasan BMKG

"Potensi hujan dengan intensitas tinggi itu secara tiba-tiba dengan durasi cukup singkat,"

Tribun Sumsel/ Yohanes Tri Nugroho
Hujan disertai angin kencang menumbangkan puluhan pohon sehingga menutupi jalan Soekarno Hatta, Palembang, Jumat (22/5/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Hujan deras disertai angin kencang melanda kota Palembang pada Jumat (22/5/2020) siang sekira pukul 12.30 WIB.

Akibatnya, banyak pohon tumbang dan beberapa papan reklame roboh dan menutup badan jalan sehingga mengakibatkan kemacetan.

Dengan intensitas hujan yang sangat tinggi seperti ini, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palembang menjelaskan, secara iklim prakiraan musim wilayah Sumatera Selatan saat ini sedang memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Breaking News : Hujan Deras dan Angin Kencang di Palembang, Warga Berlarian Takut Tertimpa Pohon

Alangkah Kecewanya Komplotan Pencuri di Banyuasin Ini, Dua Kali Curi Televisi, Ternyata Rusak Semua

"Sesuai prakiraan awal, musim kemarau di wilayah Sumsel yang telah kami rilis bulan Maret lalu, diperkirakan sebagian besar wilayah Sumsel akan mengalami musim kemarau pada bulan Juni dasarian (sepuluh hari) pertama hingga ketiga," kata Kasi Data dan Informasi BMKG Kenten Palembang, Nandang Pangaribowo saat dihubungi TribunSumsel.com, Jumat (22/5/2020).

Namun, lanjut Nandang, ada wilayah di Sumsel yang diperkirakan akan mengalami musim kemarau pada bulan Mei dasarian ketiga hingga Juni dasarian kedua, yaitu sebagian wilayah Lubuklinggau dan Sumsel bagian utara.

Aksi Menegangkan Terjadi saat Pencuri Mobil L300 Ditangkap di Tol Kayuagung, Sempat Tembaki Polisi

"Kami telah menyampaikan kepada para stakeholder dan masyarakat tentang potensi cuaca signifikan yang terjadi pada masa musim peralihan yang biasanya ditandai dengan hujan intensitas tinggi disertai angin kencang dan petir pada skala lokal," papar Nandang.

"Potensi hujan dengan intensitas tinggi itu secara tiba-tiba dengan durasi cukup singkat," paparnya lagi.

Untuk Itu, BMKG mengimbau masyarakat agar selalu wewaspadai kondisi cuaca ekstrim saat musim peralihan, seperti berhati-hati saat berkendara, jauhi tempat yang terdapat benda mudah roboh atau tumbang.

Puskesmas Pembantu di Gandus Rusak Parah karena Angin Puting Beliung, Sama Sekali Tak Bisa Digunakan

"Terutama hindari tempat yang mengandung banyak medan listrik minim penangkal petir dan waspada terhadap kondisi jalan yang lurus," kata Nandang.

Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Weni Wahyuny
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved