Puskesmas Pembantu di Gandus Rusak Parah karena Angin Puting Beliung, Sama Sekali Tak Bisa Digunakan

Dalam proses perbaikannya, pihaknya telah menginstruksikan instansi terkait yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Palembang.

Pemkot Palembang/SRIPOKU.COM/RAHMALIYA
Puskesmas Pembantu Air Itam di Kecamatan Gandus, Palembang rusak parah karena angin puting beliung 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Puskesmas Pembantu (Pustu) Air Itam di Kecamatan Gandus, Palembang rusak parah.

Pustu tersebut diduga alami rusak parah karena angin puting beliung.

Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan, setelah mendapatkan informasi tersebut pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk mengecek kondisi terkini.

"Sesuai informasi, (Pustu) roboh 3 hari yang lalu terkena puting beliung dan hari ini kita tinjau untuk segera diperbaiki. Pelayanan kesehatan kita pindahkan ruangan SD di dekat sini," jelasnya.

Dalam proses perbaikannya, pihaknya telah menginstruksikan instansi terkait yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Palembang.

"PU PR sedang melakukan pembongkaran, termasuk akses jalannya diperbaiki," jelasnya.

VIRAL Pengurus Masjid di Palembang Dikeroyok Para Pemuda, Diduga Tak Senang Karena Bangunkan Sahur

Breaking News : Hujan Deras dan Angin Kencang di Palembang, Warga Berlarian Takut Tertimpa Pohon

Puskesmas Pembantu di Gandus rusak parah karena angin puting beliung
Puskesmas Pembantu di Gandus rusak parah karena angin puting beliung (Pemkot Palembang)

Lanjut Dewa, kondisi kerusakan Puskesmas yang dipantaunya hampir sepenuhnya gedung dan fasilitas layanan yang ada di Pustu, sama sekali tidak bisa digunakan.

"Semuanya rusak plafon, atap ambruk," ujarnya.

Dengan kondisi cuaca yang tak menentu terutama saat hujan deras disertai angin kencang, pihaknya sangat mengimbau agar masyarakat tetap berada di rumah dan selalu waspada.

Semetara itu, Kepala Stasiun BMKG SMB II Desindra Kasmet mengatakan, untuk cuaca saat ini memang ada potensi pertumbuhan awan dan hujan yang disebabkan belokan angin di Sumsel dan ini akan berlangsung sampai kurang lebih 2 - 3 hari kedepan.

Aksi Menegangkan Terjadi saat Pencuri Mobil L300 Ditangkap di Tol Kayuagung, Sempat Tembaki Polisi

"Sementara, untuk kecepatan masih normal, rata-rata berkisar 5 knot atau 10 km/jam," jelasnya.

BMKG mengimbau, karena pada saat ini sedang memasuki masa transisi dari musim penghujan ke musim kemarau, sehingga sering muncul potensi cuaca ekstrim seperti hujan lebat, angin kencang, puting beliung dan lain sebagainya yang disebabkan oleh awan Cumulonimbus.

"Kita harap masyarakat hendaknya waspada dan selalu memantau informasi dari BMKG," tutupnya. (Cr26/sp))

Editor: Weni Wahyuny
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved