PSBB di Palembang
Jelang PSBB Palembang 20 Mei, Pedagang Pasar 16 Ungkap Keluhan: Sekarang Saja Sepi, Apalagi Nanti
Ia berharap, kalaupun PSBB diberlakukan, hendak tidak berlangsung lama atau diperpanjang.
Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Jelang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Palembang pada 20 Mei, pedagang di Pasar 16 Ilir mulai 'garuk-garuk kepala'.
Mereka khawatir kebijakan yang dikeluarkan Walikota Harnojoyo tersebut akan merugikan para pedagang.
"Susah juga kalau (PSBB) jadi diterapkan. Masalahnya sekarang saja mulai sepi pembeli, apalagi nanti," kata Ana, seorang pedagang buah di Pasar 16 Ilir, Selasa (19/5/2020).
• Oknum Santri di OKUT Gorok Leher Pengasuh Ponpes saat Sedang Salat Tahajud, Motifnya Sakit Hati
• Kondisi Pasar Indralaya Jelang Hari Raya Idul Fitri di Tengah Pandemi, Bumbu Masak Tetap Diburu
Ia berharap, kalaupun PSBB diberlakukan, hendak tidak berlangsung lama atau diperpanjang.
"Kalau PSBB satu dua hari mungkin cobalah. Kalau lebih dari itu, pasti dampaknya ke pedagang kecil terasa sekali. Kan ini mau lebaran, kita mau cari duit dulu," ujar Anna.

Jamila, pedagang di Pasar 16 Ilir lainnya mengklaim, banyak pedagang kaki lima (PKL) di Pasar 16 Ilir yang akan merugi jika PSBB diterapkan.
"Kamu bisa lihat, banyak PKL di sini yang rata-rata mereka saat ini sepi pembeli. Bagaimana kalau PSBB diterapkan? Mungkin bakal sepi lagi," ujar Jamila.
Ia berharap pemerintah mengambil kebijakan yang berpihak pada PKL di saat pandemi Covid-19 ini.
• Istrinya Tulis Status Provokatif di Medsos, Anggota TNI AD Ditahan Selama 14 Hari
• Hanya Ditinggal 10 Menit, Andi Syok Motornya Tak Ada Lagi di Parkiran Saat Keluar dari Alfamart
Penerapan PSBB, lanjut Jamila, jangan sampai mematikan usaha pedagang-pedagang kecil.
"Di Palembang ini banyak sekali PKL. Di perempatan jalan, di pasar, mereka semua termasuk saya cari uang. Kalau PSBB, orang tidak ke mana-mana, siapa yang beli dagangan kami?" kata perempuan yang juga bekerja menjadi juru parkir ini.