Breaking News:

Kapolda Sumsel Irjen Prof Eko Beri Bantuan ke Warga Terdampak Covid-19 di Karang Anyar Gandus

Tetap menjaga jarak, Kapolda memberikan bantuan kepada masyarakat yang memang membutuhkan bantuan lantaran dampak Covid19.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM/M ARDIANSYAH
Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Eko Indra Heri ketika menyerahkan bantuan kepada perwakilan anak yatim piatu di Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Gandus Palembang, Jumat (15/5/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Ditengah wabah Covid19, banyak masyarakat yang berdampak dan mulai mengalami kesulitan.

Inilah yang membuat Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Eko Indra Heri berinisiatif untuk memberikan bantuan kepada masyarakat.

Orang nomor satu di Polda Sumsel ini, turun langsung memberikan bantuan kepada perwakilan masyarakat di Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Gandus Palembang, Jumat (15/5/2020).

Satu Warga Positif Corona, Warga Larang Orang Luar Masuk Dua Blok di Perum Pemkot Gandus

Viral Surat Keterangan Bebas Covid-19 Dijual Online, Paling Mahal Rp90 Ribu, Berikut Faktanya

Tetap menjaga jarak, Kapolda memberikan bantuan kepada masyarakat yang memang membutuhkan bantuan lantaran dampak Covid19.

Selain itu, Kapolda juga memberikan bantuan secara langsung ke beberapa rumah warga.

"Ini sebagai bentuk bantuan Polri kepada masyarakat yang terdampak Covid19. Setidaknya dengan bantuan ini, Polda Sumsel bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid19," ujar Prof Eko.

Kapolda juga menyadari, wabah Covid-19 yang saat ini melanda membuat warga mengalami kesulitan.

Sertijab Kapolda Sumsel dari Irjen Pol Priyo Widyanto (kiri) kepada Irjen Pol Prof Eko Indra Heri (kanan), Jumat (8/5/2020)
Sertijab Kapolda Sumsel dari Irjen Pol Priyo Widyanto (kiri) kepada Irjen Pol Prof Eko Indra Heri (kanan), Jumat (8/5/2020) (Humas Polda Sumsel)

Kasus Positif Corona di Palembang Bertambah 73 Orang, PSBB Masih Lama, Catat yang Perlu Dilakukan !

Tidak hanya itu saja, banyak juga masyarakat yang hilang mata pencariannya karena di-stop atau dirumahkan.

"Perlu ada kesadaran dari masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Memang belum diberlakukan PSBB, tetapi sedikit banyak sudah ada pembatasan. Tetapi masyarakat juga harus patuh tentang penggunaan masker, jaga jarak," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved