Breaking News:

Corona di Palembang

Gugus Tugas Heran, Rahasia Data Nama Tenaga Medis RS Muhammadiyah Positif Corona Bocor ke Publik

Gugus Tugas Heran, Rahasia Data Nama Tenaga Medis RS Muhammadiyah Positif Corona Bocor ke Publik

Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Siemen Martin
Tribunsumsel
Daftar nama tenaga medis RS Muhammadiyah beredar 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - 28 nama tenaga medis RS Muhammadiyah Palembang yang terinfeksi covid-19 bocor ke publik.

Gugus Tugas Covid-19 Sumsel sampai bingung dan heran

Sebanyak 28 tenaga medis di RS Muhammadiyah Palembang (RSMP) dikonfirmasi positif terjangkit covid-19.

Kabar ini telah meluas dan beredar di tengah masyarakat.

Direktur RS Muhammadiyah Palembang, Dr. H.Pangestu Widodo,.MARS membenarkan kabar tersebut.

Ia mengatakan penularan covid-19 terjadi ketika RSMP merawat seorang pasien yang terkonfirmasi positif pada 17 April lalu.

"Rincian yang positif yaitu 23 dari tenaga kesehatan (nakes) dan 5 orang dokter yang praktek di RSMP," ujarnya, Jumat (15/5/2020).

Sementara itu, juru bicara gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Sumsel, Yusri mengatakan masyarakat tidak perlu panik dengan banyaknya tenaga medis yang terjangkit covid-19.

Ia mengatakan seluruh tenaga medis yang diketahui memiliki riwayat kontak fisik dengan pasien positif, langsung menjalani isolasi dan sudah tidak bertugas sementara waktu hingga benar-benar dinyatakan negatif dari covid-19.

"Jadi masyarakat tidak perlu takut. Sebab tenaga medis juga sudah tahu tindakan tepat apa yang seharusnya dilakukan ketika mereka sudah ada kontak fisik dengan orang positif," ujarnya.

Disisi lain, Yusri juga menyayangkan beredarnya data dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang terkait nama-nama tenaga medis yang terjangkit covid-19.

Ia menyebut tidak seharusnya ada oknum yang menyebarkan data tersebut tanpa izin secara resmi.

"Dan ini juga yang perlu kami sampaikan, banyak sekali yang bertanya pada kami berapa jumlah tenaga medis yang saat ini terjangkit covid-19. Data itu tidak bisa saya beri karena tidak etis rasanya untuk disebutkan," ujarnya.

Kata Yusri, dengan beredarnya identitas maupun jumlah pasti tenaga medis yang terjangkit covid-19 justru dikhawatirkan akan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

"Maka dari itu menurut kami persentase tenaga kesehatan yang terinfeksi tidak perlu dipaparkan secara umum ke masyarakat. Tapi intinya sekali lagi kami sampaikan bahwa penanganan terhadap mereka sudah dilakukan sesuai prosedur dan cepat sehingga masyarakat juga tidak perlu khawatir," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved