Jokowi: Jangan Memperkeruh Suasana, Najwa Shihab Tanya soal Data Kematian Pasien Corona Versi IDI

"Ada banyak sekali list masalah yang saya ingin tanyakan ke Bapak, IDI pak angka kematian yang disampaikan oleh pemerintah saat ini belum mengambarkan

Instagram Najwa Shihab
Wawancara eksklusif Najwa Shihab dengan Presiden Jokowi di Mata Najwa Jokowi diuji pandemi 

TRIBUNSUMSEL.COM - Data Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang mengklaim angka kematian akibat pandemi Virus Corona (Covid-19) telah mencapai angka ribuan ditanggapi oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). 

Jokowi meminta agar segera dilaporkan ke pemerintah apabila memang ada pihak yang mengklaim memiliki data lain soal kasus Covid-19.

 Justru hanya akan menimbulkan kegaduhan, menurut Jokowi apabila data tersebut dibuka ke publik terlebih dahulu.

Sejumlah petugas memakamkan jenazah pasien positif Covid-19 dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap dan menggunakan alat berat di TPU Keputih, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (17/4/2020). Dari data yang dirilis Gugus Tugas Covid-19 Kota Surabaya per Jumat (17/4) pukul 04.00 WIB, pasien positif terpapar Covid-19 sebanyak 246 orang dengan korban meninggal sebanyak 24 orang dan pasien sembuh sebanyak 43 orang.
Sejumlah petugas memakamkan jenazah pasien positif Covid-19 dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap dan menggunakan alat berat di TPU Keputih, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (17/4/2020).(Surya/Ahmad Zaimul Haq)

Najwa mengatakan berdasarkan data dari IDI, jumlah kematian yang dilaporkan oleh pemerintah belum menggambarkan kondisi asli di lapangan.

"Ada banyak sekali list masalah yang saya ingin tanyakan ke Bapak, IDI pak angka kematian yang disampaikan oleh pemerintah saat ini belum mengambarkan kondisi riil kasus Corona di Indonesia," kata Najwa.

Merujuk pada data IDI yang berbeda dengan data pemerintah, Najwa menanyakan mengapa saat ini masih terjadi perbedaan data.

"Sesungguhnya menurut IDI lebih seribu orang, jadi pertanyaan ini keluar setelah pernyataan Bapak supaya lebih transparan, tetapi masih terjadi kesalahpahaman, kesimpangsiuran," tanya Najwa.

Jokowi menjawab singkat bahwa inti masalahnya sebenarnya sederhana.

"Ya sebetulnya itu mudah," jawabnya.

Jokowi menekankan bahwa data yang ia miliki berasal dari berbagai pemerintah daerah yang kemudian dikumpulkan.

"Sekali lagi, data yang kita peroleh itu dari daerah, dari kabupaten, kota dan provinsi," ujarnya.

Ayah Kaesang Pangarep itu lantas meminta kepada pihak yang mengaku memiliki data berbeda agar dilaporkan kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Kalau memang ada yang memiliki data itu sampaikan saja ke Gugus Tugas, sampaikan saja ke Kemenkes, data yang seribu itu ada di mana," ujar Jokowi.

Jokowi lalu meluruskan bagaimana kondisi yang terjadi di lapangan.

Ia mengatakan saat ini para pasien yang meninggal dengan gejala serupa gejala Covid-19, semuanya akan dimakamkan dengan protokol penanganan pandemi Covid-19.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved