Berita Palembang
Jambret Pakai Jaket Ojek Online Beraksi di Jakabaring, Yuni dan Suami Jadi Korbannya
Saat perjalanan pulang ke rumah, keduanya dipepet seorang pria pakai jaket ojek online di Jalan Gubernur HA Bastari Jakabaring Palembang.
Penulis: Pahmi Ramadan | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Yuni Rusnita (42 tahun), warga Jalan Sasana Patra, Kecamatan Plaju menjadi korban penjamretan oleh pria memakai jaket ojek online.
Kejadian tersebut bermula saat korban dan suaminya baru pulang dari rumah saudarnya di daerah Bukit.
Yuni dan suami menggunakan sepeda motor.
Saat perjalanan pulang ke rumah, keduanya dipepet seorang pria di Jalan Gubernur HA Bastari Jakabaring Palembang.
"Pada saat itu sangat sepi, kemudian datang satu orang pria menggunakan jaket ojek online langsung memepet saya dan suami saya kemudian langsung menarik tas yang saya letakan di tengah ujarnya," Rabu, (22/4/2020).
Karena di jalan sangat sepi, korban dan suaminya hanya bisa pasrah dan tidak ada yang bisa menolong.
• Ajang Balap MotoGP Belanda 2020 Resmi Dibatalkan, Berikut Jadwal Terbaru Ajang MotoGP 2020
"Kami sempat melakukan penggejaran terhadap pelaku dan juga meneriaki jambret, namun karena lokasi yang sepi dan pelaku membawa motor begitu cepat sehingga saya dan suami saya tidak bisa mengerjar pelaku," katanya.
Ia menegaskan akibat kejadian tersebut dirinya kehilangan beberapa kartu identitas.
"Bukan hanya kartu identitas, saya juga kehilangan satu unit handphone merk vivo y53 dan uang tunai sebesar Rp. 400 ribu yang saya letakan di dalam tas," ungkapnya.
• Bukan Penutupan, Polrestabes Palembang dan Dishub Buka Check Poin Pemeriksaan di Perbatasan
Korban mengaku trauma akibat kejadian tersebut dan berharap agar pelaku bisa segera tertangkap.
"Saya sempat trauma pak akibat kejadian tersebut, karena saya juga sering menggunakan ojek online namun yang melakukan penjamretan terhadap saya itu malah oknum yang diduga ojek online, karena pada saat kejadian pelaku menggunakan jaket ojol,"
"Saya juga sangat berharap agar pelaku bisa tertangkap dan tidak ada lagi korban seperti saya," tutupnya.
Sementara itu suami korban saat ditanyai mengatakan hanya bisa pasrah atas musibah yang menimpa dirinya dan istrinya.
"Saya hanya bisa pasrah pak, dan semoga kejadian tersebut tidak menimpa saya dan keluarga saya lagi kedepannya," tutupnya.
• Pemain Sriwijaya FC, M Noval Afif Muzaki Obati Rindu Sepakbola Dengan Bersepeda
Tidak terima dirinya menjadi korban penjambretan lantas korban bersama dengan suaminya mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polrestabes Palembang untuk membuat laporan.
Sementara itu, kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan penjambretan yang dialami korban.
"Laporan sudah kita terima dan laporan korban akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polrestabes Palembang," tutupnya.