Breaking News:

PSBB Palembang

Bukan Penutupan, Polrestabes Palembang dan Dishub Buka Check Poin Pemeriksaan di Perbatasan

Check point ini ada tujuh armada bus yang dimanfaatkan menjadi posko, terdiri dari lima posko stasioner dan dua posko mobile

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Agung Dwipayana
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji menjelaskan tentang check poin pemeriksaan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji mengimbau masyarakat mematuhi protap pencegahan Covid-19.

Di antaranya dengan menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker, tidak keluar rumah dan sebagainya.

Bahkan saat ini, kata Anom, petugas gabungan Dinas Perhubungan, TNI dan polri bekerjasama untuk melakukan check point atau pemeriksaan terhadap setiap warga dan kendaraan yang d masuk Palembang.

Bukan penutupan akses ke Palembang seperti yang banyak diberitakan kemarin.

"Check point ini ada tujuh armada bus yang dimanfaatkan menjadi posko, terdiri dari lima posko stasioner dan dua posko mobile," kata Anom di Mapolrestabes Palembang, Rabu (22/4/2020).

Bukan Kabur, Pasien Positif Corona asal OKI Dipindah ke RS Siti Fatimah

Dilanjutkannya, selain posko stasioner yang digunakan mengecek warga dari luar Palembang.

Posko mobile berfungsi menyisir kota Palembang untuk memberikan imbauan pada warga agar lebih patuh dan disiplin dalam menjaga kesehatan masing-masing.

"Situasi ini nanti pada saatnya akan dilakukan tindakan, tapi kalau sekarang masih bersifat imbauan," ujar Anom.

"Ke depan, kita akan berlakukan sanksi yang sifatnya edukasi. Memaksa orang untuk menerima edukasi, menerima pemahaman tentang bahayanya virus Corona dan pencegahannya," kata Anom menambahkan.

Masih kata Anom, tidak hanya untuk masyarakat, protap pencegahan Covid-19 juga ditekankan kepada personil Polri khususnya di lingkungan Polrestabes Palembang.

Diam-diam Menghemat Uang Negara Sekitar Rp 50 Triliun, Rizal Ramli Puji Prabowo di ILC

"Jangan kira polisi hanya mengimbau. Kami juga melakukan hal sama, menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Memangnya kalau ada polisi, virus hanya lewat?" ujar Anom.

Mantan Direktur Intelkam Polda Kalimantan Utara ini juga mengaku mengaplikasikan protap pencagahn Covid-19 di lingkungan keluarga.

"Seperti saya, setiap hari ketemu puluhan, ratusan orang. Begitu pulang ke rumah, mandi dulu bersih-bersih, tidak langsung interaksi dengan keluarga," ungkapnya.

"Inilah yang harus kita pahami mengenai bahayanya Covid-19. Kita harus benar-benar mempraktikkan langkah pencegahan penularan virus ini. Bagi masyarakat, kalau tidak ada keperluan mendesak, jangan keluar rumah!" imbuhnya menegaskan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved