Breaking News:

Pilkada Serentak Sumsel Ditunda, Golkar Sumsel Pantau Dinamika Soal Kader yang Maju

DPD Golkar Sumsel mengatakan dalam penundaan Pilkada serentak 7 Kabupaten di Sumsel September mendatang

ARIF BASUKI ROHEKAN/TRIBUNSUMSEL.COM
Dodi Reza Alex. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - DPD Golkar Sumsel mengatakan dalam penundaan Pilkada serentak 7 Kabupaten di Sumsel September mendatang, partainya akan melihat dinamika yang terjadi di lapangan.

Menurut ketua DPD Golkar Sumsel Dodi Reza Alex, kader Golkar harus diusung di setiap daerah yang melaksanakan Pilkada nanti, baik untuk posisi calon bupati atau calon wakil Bupati.

"Penundaan pilkada ini belum jelas kapan, KPU memang mengatakan ditunda tapi kapan kita tidak tahu. Maka proses yang berjalan mengikuti dinamika dari proses yang ada. Golkar sebagai parpol tentunya akan melihat dinamika dilapangkan," kata Dodi, didampingi ketua harian DPD Golkar Sumsel RA Anita Noeringhati.

Diterangkan Bupati Musi Banyuasin (Muba) ini, proses itu harus berjalan sesuai aturan, baik AD/ART partai, maupun dinamika dan proses politik di lapangan.

"Karena proses politik bisa berubah- ubah, dan saya mendapat mandat penuh dari Ketum Golkar (Airlamgga) untuk mempersiapkan kader- kadrr terbaik, untui maju sebagai kepala daerah atau wakil. Kita akan berjuang disetiap Pilkada baik posisi 1 atau 2, jadi harus ada kader yang maju," tegasnya.

Ditambahkan Dodi, jika melihat dinamika dan proses politik, Golkar tidak kaku tapi fleksibel dalam menentukan sikap siapa yang akan diusung nantinya sesuai aturan yang ada.

"Namun bergabung, koalisi maupun proses komunikasi dengan parpol masih terbuka lebar. Jadi saya tegaskan tidak ada penetapan balonkada dari Golkar sampai saat ini. Kalau surat tugas bagaian komunikasi politik, yang pada batas waktunya terhenti saat penetapan calon oleh DPP setelah berkonsultasi dengan DPD Sumsel. Jadi silahkan yang ada surat tugas, kita bisa komunikasi dan gandeng parpol lain," ucapnya.

Sekedar informasi, di Sumsel ada 7 Kabupaten yang dipastikan pelaksanaan Pilkada serentak September 2020 mengalami penundaan. Tujuh Kabupaten itu, Ogan Ilir (OI), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan, OKU Timur, Musi Rawas (Mura) dan Musi Rawas Utara (Muratara).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved