Berita Pendidikan
Tetap Berprestasi saat Physical Distancing, D'HERo Karya Siswa SMAN 17 Palembang Raih Emas
Bahkan di tengah pembatasan ruang gerak physical distancing, mereka malah menjadi makin kreatif mengatasi kejenuhan
Penulis: Melisa Wulandari | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Diam di rumah atau stay at home bagi siswa SMA Plus Negeri 17 bukan berarti tak berbuat apa-apa.
Bahkan di tengah pembatasan ruang gerak physical distancing, mereka malah menjadi makin kreatif mengatasi kejenuhan.
Dan hasilnya, sebuah produk ilmiah yang dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan orang banyak tercipta dari tangan-tangan mereka.
Tak tanggung-tanggung, Tim Karya Ilmiah SMA Plus Negeri 17 Palembang bahkan meraih 2 medali emas, 1 perak dan 8 perunggu dalam lomba presentasi bisnis online di Indonesia National Enterprise Challenge (INASEC) dan Global Youth Entrepreneurship Challenge (GYEC) 2020 beberapa waktu lalu.
“Kami merasa tertantang ketika menyaksikan video dari INASEC. Dalam waktu 12 jam, kami harus menyiapkan produk atau layanan untuk mengatasi permasalahan kurangnya fasilitas kesehatan di daerah terpencil dalam mengobati tropical/infectious diseases.” ujar Aris Pratama, salah satu anggota tim peraih medali emas.
• Banyak Pemudik Bandel, Camat Pulau Beringin OKU Selatan Berencana Tutup Wilayahnya
Dijelaskan Aris, pertimbangan tim mereka bahwa di daerah terpencil, jaringan internet tergolong rendah bahkan tidak ada.
Selain itu, tenaga medis sulit menjangkau daerah tersebut karena akses jalan yang tak memadai.
Ditambah lagi dengan kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap obat-obatan untuk mengatasi penyakit.
“Kami menggunakan input daya energi yang terbarukan. Sehingga kami terpikir untuk membuat "D'HERo" atau Doctor Hydro Environmentally Robot," jelasnya.
D'HERo ini adalah layanan kesehatan robotik yang terproses melalui database untuk membantu meningkatkan pengetahuan warga tentang jenis penyakit, membantu mereka menyembuhkannya serta menyediakan obat-obatan yang mereka butuhkan sesuai gejala yang mereka input pada layar D'HERo.
• Akan Pangkas Gaji Pemain Hingga 75 Persen, Manajemen Sriwijaya FC Lakukan Rapat
D'HERo disalurkan ke tiap daerah dan diletakkan di rumah kepala desa tiap daerahnya.
D'HERo ditenagai oleh microhydropower yang dapat mengubah aliran air menjadi listrik.
D'HERo ini merupakan solusi yang tepat dan mudah dalam menyelesaikan permasalahan layanan kesehatan di daerah terpencil.
Selaras Siti Raudah, anggota tim yang meraih medali perak mengatakan lomba yang mereka ikuti berbasis online. Hasilnya berupa paper seperti extended abstract tentang bussiness plan berisi detail produk/inovasi yang diuraikan hingga anggaran dana dan perhitungan pendapatan (keuntungan, kerugian dan lain-lain) yang diupload di Youtube.
“Awalnya kami berniat mengerjakan produk tersebut secara bersama di sekolah. Tetapi karena aturan social distancing dan physical distancing, kami harus berdiam di rumah. Dan pihak penyelenggara lomba juga tidak mengharuskan satu tim berada di satu tempat atau satu frame video,” katanya.
Mereka mencanangkan ide sebuah sistem aplikasi bernama Medify. Aplikasi ini terbagi menjadi tiga mode, mode pasien, mode tenaga medis, dan mode pusat kesehatan/pemerintah. Fitur setiap mode berbeda.
• 1.523 Calon Mahasiswa Jalur SNMPTN Diterima di Unsri, Besok Jadwal Daftar Ulang Online
Aplikasi ini memudahkan kontrol kesehatan di semua daerah di indonesia karena pada mode pusat kesehatan/pemerintah dapat memantau tingkat kesehatan daerah di seluruh indonesia melalui laporan online tenaga medis yang memegang setiap wilayah.
“Tenaga medis dapat berhubungan dengan pasiennya dan mengetahui perkembangan kesehatan di daerah cakupannya, dan memudahkan distribusi keperluan alat kesehatan karena komunikasi antara pusat kesehatan-tenaga medis-masyarakat lebih mudah,” ujarnya.
Widya Grantina SPd MT, guru pembimbing mengatakan dirinya sangat bersyukur anak-anak cerdas di SMA Plus Negeri 17 Palembang dapat mengembangkan bakat dan minat mereka secara maksimal.
“Ini merupakan hadiah terbesar di tengah situasi global yang sangat mencemaskan. Semoga memberikan manfaat dan pengalaman berharga bagi mereka. Lombanya berbahasa Inggris, yang mendapat medali emas akan melanjutkan ke tingkat internasional yaitu GYEC 2020,” ujarnya.
Kepala SMA Plus Negeri 17 Palembang, Dr Parmin SPd MM mengucapkan terima kasih banyak khususnya kepada guru pembimbing yang dengan kesabaran dan segala kemampuannya telah bekerja keras membimbing siswa-siswa terbaik mulai dari proses seleksi, persiapan persiapan karya hingga pelaksanaan lomba.
"Tak lupa terima kasih pula untuk warga SMAN 17 dan komite sekolah yang selalu mendukung program-program sekolah," ujarnya.
Sekolah saat ini tengah melaksanakan pembelajaran daring dari rumah mengikuti program pemerintah tentang social distancing dan physical distancing.
Namun ternyata keadaan seperti ini tak mengurangi semangat siswa untuk menuntut ilmu dan pengalaman. “Walau berdiam di rumah, mereka tak berdiam diri. Terus mengukir prestasi melalui inovasi yang luar biasa. “Selamat untuk putra-putri terbaik, selamat menjadi kebanggaan orang tua, sekolah dan bangsa Indonesia," katanya.