Berita Sriwijaya FC
Akan Pangkas Gaji Pemain Hingga 75 Persen, Manajemen Sriwijaya FC Lakukan Rapat
Akibat kompetisi yang saat ini dalam status force majeure, PSSI mempersilahkan klub kontestan untuk memangkas gaji pemainnya sebesar 75 persen
Penulis: Novaldi Hibaturrahman |
TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG- Akibat kompetisi yang saat ini dalam status force majeure, PSSI mempersilahkan klub kontestan untuk memangkas gaji pemainnya sebesar 75 persen
Manajer tim Sriwijaya FC Hendri Zainudin mengatakan pihaknya tinggal mengurusi permasalahan gaji pemain bulan ini serta Mei dan Juni.
Dikatakan Hendri, pihaknya tetap akan mengikuti petunjuk yang diberikan PSSI mengenai upah para pemain selama penundaan kompetisi.
"Tinggal masalah gaji pemain untuk bulan ini mei dan juni kita akan mengikuti petunjuk dari PSSI," ungkap manajer Sriwijaya FC itu.
PSSI sebelumnya telah memutuskan jika klub peserta Liga wajib untuk membayarkan gaji pemainnya meski saat ini kompetisi dalam status force majeure.
Selama kompetisi dihentikan, para klub kontestan diwajibkan membayar gaji para pemainnya maksimal 25 persen dari nilai kontrak gaji bulanan yang tertera.
Namun, dirinya belum bisa mengambil keputusan karena masih nominal dan persenan gaji yang akan diberikan masih akan melalui rapat terlebih dahulu.
"Tapi saya belum bisa mengambil keputusan karena karena nanti akan kita rapatkan dahulu di manajemen terutama dengan direktur utama PT SOM," kata Hendri Zainudin.
Sebelumnya tim berjuluk Laskar Wong Kito telah memberikan gaji full kepada para punggawanya pada bulan Maret lalu.
Namun untuk bulan April hingga Juni pihak manajemen Sriwijaya FC akan memangkas gaji oara punggawanya tersebut.