Berita Pendidikan
Tetap Berprestasi saat Physical Distancing, D'HERo Karya Siswa SMAN 17 Palembang Raih Emas
Bahkan di tengah pembatasan ruang gerak physical distancing, mereka malah menjadi makin kreatif mengatasi kejenuhan
Penulis: Melisa Wulandari | Editor: Wawan Perdana
Mereka mencanangkan ide sebuah sistem aplikasi bernama Medify. Aplikasi ini terbagi menjadi tiga mode, mode pasien, mode tenaga medis, dan mode pusat kesehatan/pemerintah. Fitur setiap mode berbeda.
• 1.523 Calon Mahasiswa Jalur SNMPTN Diterima di Unsri, Besok Jadwal Daftar Ulang Online
Aplikasi ini memudahkan kontrol kesehatan di semua daerah di indonesia karena pada mode pusat kesehatan/pemerintah dapat memantau tingkat kesehatan daerah di seluruh indonesia melalui laporan online tenaga medis yang memegang setiap wilayah.
“Tenaga medis dapat berhubungan dengan pasiennya dan mengetahui perkembangan kesehatan di daerah cakupannya, dan memudahkan distribusi keperluan alat kesehatan karena komunikasi antara pusat kesehatan-tenaga medis-masyarakat lebih mudah,” ujarnya.
Widya Grantina SPd MT, guru pembimbing mengatakan dirinya sangat bersyukur anak-anak cerdas di SMA Plus Negeri 17 Palembang dapat mengembangkan bakat dan minat mereka secara maksimal.
“Ini merupakan hadiah terbesar di tengah situasi global yang sangat mencemaskan. Semoga memberikan manfaat dan pengalaman berharga bagi mereka. Lombanya berbahasa Inggris, yang mendapat medali emas akan melanjutkan ke tingkat internasional yaitu GYEC 2020,” ujarnya.
Kepala SMA Plus Negeri 17 Palembang, Dr Parmin SPd MM mengucapkan terima kasih banyak khususnya kepada guru pembimbing yang dengan kesabaran dan segala kemampuannya telah bekerja keras membimbing siswa-siswa terbaik mulai dari proses seleksi, persiapan persiapan karya hingga pelaksanaan lomba.
"Tak lupa terima kasih pula untuk warga SMAN 17 dan komite sekolah yang selalu mendukung program-program sekolah," ujarnya.
Sekolah saat ini tengah melaksanakan pembelajaran daring dari rumah mengikuti program pemerintah tentang social distancing dan physical distancing.
Namun ternyata keadaan seperti ini tak mengurangi semangat siswa untuk menuntut ilmu dan pengalaman. “Walau berdiam di rumah, mereka tak berdiam diri. Terus mengukir prestasi melalui inovasi yang luar biasa. “Selamat untuk putra-putri terbaik, selamat menjadi kebanggaan orang tua, sekolah dan bangsa Indonesia," katanya.