Corona di Prabumulih
Status Zona Merah, Ini Alasan Walikota Prabumulih Belum Terapkan PSBB
Hal itu belum dianggap perlu lantaran menurut walikota dua periode itu disebabkan kota Prabumulih merupakan jalur perlintasan utama
Penulis: Edison | Editor: Wawan Perdana
"Mulai Jumat nanti kita akan bagikan beras 20 kg, mie indomie dua dus dan kecap bagi keluarga miskin serta terdampak akibat corona, jika memang merasa miskin dan belum dapat silahkan lapor ke lurah-lurah akan kita berikan lagi," lanjutnya.
Dengan adanya bantuan sembako, masker dan penyemprotan disinfektan tersebut, adik kandung Wakil Gubernur Sumsel tersebut meminta masyarakat diam dirumah, jaga kebersihan dan jika sakit lapor ke pelayanan kesehatan 119.
• Profesor Ini Bilang Dampak Fatal covid-19 di Sumsel Relatif Rendah
"Jika masyarakat belum dapat lapor ke lurah untuk diverifikasi dinas terkait, kami juga mengimbau masyarakat setengah mampu ke atas agar jangan ikut menjadi warga miskin. Hendaknya bantu pemerintah dengan memberi bantuan ke tetangga dan semestinya jangan mengaku-ngaku miskin untuk dapat sembako dari pemerintah," harapnya seraya mengharapkan agar jaga kesehatan.
Seperti diketahui, para pedagang pasar kalangan yang merupakan warga Prabumulih sempat beramai-ramai mendatangi walikota Prabumulih karena mereka berdagang ditolak warga di sejumlah desa Kecamatan di Muaraenim.
"Kami ditolak berjualan karena katanya Prabumulih zona merah corona sehingga mereka takut kami pedagang ini menulari masyarakat mereka, bahkan kades, camat ada yang membuat surat edaran menolak pedagang asal Prabumulih," ungkap Adi, satu diantara pedagang pasar kalangan Prabumulih yang dibincangi.