Ojol Sindir Keras Influencer, Hidup Sulit Lawan Corona, 'Halo Kemana yang Suka Posting-posting'
Tidak hanya pemerintah, Ginanjar juga menyinggung influencer-influencer yang memiliki pengaruh untuk menyebarkan kebaikan lewat aksi mereka.
Ojol Sindir Keras Influencer, Hidup Sulit Lawan Corona, 'Halo Kemana yang Suka Posting-posting'
TRIBUNSUMSEL.COM - Banyak pekerjaan yang menerima imbas dari imbauan physical distancing dari pemerintah untuk menekan penyebaran Virus Corona (Covid-19), driver ojek online (Ojol) adalah satu di antaranya.
Saat menghadiri acara Indonesia Lawyers Club (ILC), pada Selasa (24/3/2020) malam, Ginanjar seorang driver ojol, mencurahkan isi hatinya dan keluhannya.
Agar bisa ditiru banyak orang dan meringankan beban bagi mereka yang tidak bisa bekerja dari rumah, ia meminta agar para influencer bisa aktif melakukan aksi kebaikan membantu sesama.

"Kami butuh wujud dari simpati kalian, yaitu empati," kata Ginanjar.
Ginanjar menegaskan dirinya tidak menolak apabila memang harus beristirahat di rumah.
"Kami mau kok istirahat di rumah, kami ini bukan orang-orang bandel, kami mau benar, kami mau di rumah," tambahnya.
Tidak hanya pemerintah, Ginanjar juga menyinggung influencer-influencer yang memiliki pengaruh untuk menyebarkan kebaikan lewat aksi mereka.
Ia meminta agar para influencer bergerak mencontohkan aksi kebaikan membantu ojol, agar kemudian masyarakat Indonesia terketuk pintu hatinya, dan ramai-ramai saling membantu.
"Kami enggak cuma berpacu pada pemerintah," tegas Ginanjar.
"Halo ke mana kalian yang suka posting-posting, yang jumlah subscriber-nya banyak, yang jumlah follower-nya banyak, yang berpenghasilan banyak, share dong foto kalian itu berbagi dengan yang lain," sindirnya.
Ginanjar meminta agar para influencer beramai-ramai saling membantu orang-orang yang kesusahan seperti dirinya, agar aksi kebaikan tersebut ditiru banyak orang.
"Sekarang ini semuanya butuh yang namanya influence, yang namanya trendsetter, kebanyakan dari kita itu follower, kalau sudah ada yang nyontohin bagus, pasti nanti banyak, enggak usah mikirin riya, karena malaikat itu enggak bakalan ngurangin nilai pahala," kata Ginanjar.
"Jadi PR nya ini masalah-masalah kemanusiaan, balik lagi bagaimana cara kita memanusiakan manusia."
Ginanjar menjelaskan apabila dirinya berada di masyarakat kelas menengah atau atas, ia pasti akan membantu masyarakat yang berada di golongan bawah.