Malaysia Terjunkan Tentara Untuk Hadapi Masyarakat yang Ngeyel Saat Lockdown
Guna menghadapi masyarakat yang belum mematuhi kebijakan Malaysia lockdown, pemerintah setempat akan menurunkan Tentara
Jumlahnya meningkat lima kali lipat selama sepekan terakhir.
Kementerian Kesehatan sampai memberi peringatan bahwa akan ada "tsunami" kasus baru yang akan terjadi jika kebijakan Malaysia lockdown tidak berhasil.
Sebagian besar kasus baru di Malaysia berkaitan dengan acara keagamaan yang diadakan di pinggiran Kuala Lumpur pada akhir Februari lalu.
Acara tablig akbar itu dihadiri oleh sekitar 15.000 orang, termasuk 1.500 orang dari luar negeri.
Ismail mengatakan bahwa sekitar 4.000 orang yang menghadiri acara tersebut tetapi belum datang untuk pengujian COVID-19, akan dilacak oleh polisi.
Malaysia lockdown, Siti Nurhaliza peringatkan kontrol aktivitas dan Mahathir karantina diri
Selebriti dan penyanyi asal Malaysia, Siti Nurhaliza meminta pada warga Malaysia untuk mematuhi perintah kontrol aktivitas atau Movement Control Order (MCO).
Sebelumnya, pada Selasa (17/3/2020), Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengumumkan akan menutup akses Malaysia.
Penutupan akses dilakukan pada Rabu (18/3/2020).
Sejak saat itu, Malaysia mulai membatasi kegiatan di luar ruangan maupun perbatasan.
Bahkan beberapa jam sebelum Malaysia lockdown dimulai, kemacetan panjang terjadi di perbatasan Singapura-Malaysia.
Lantaran, para pekerja Malaysia di Negeri Singa berbondong-bondong kembali ke kampung halamannya.
Tapi, banyak juga yang hanya pulang sebentar mengambil keperluan dan kembali lagi ke Singapura melanjutkan pekerjaan.
Siti juga menyoroti hal itu.
Banyak orang yang tidak mengindahkan anjuran pemerintah dan memilih pulang kampung.