Cerita Khas Palembang

Cerita Trizna Faradika Pejuang Kanker Rahim Sembuh Berkat Kombinasi Pengobatan Tradisional

Trizna Faradika yang pernah menderita kanker rahim stadium IIb dinyatakan sembuh oleh dokter

Penulis: Sri Hidayatun | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Sri Hidayatun
Trizna Faradika yang pernah menderita kanker rahim stadium IIb dinyatakan sembuh oleh dokter berkat kombinasi pengobatan medis dan tradisional. 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG-Trizna Faradika yang pernah menderita kanker rahim stadium IIb dinyatakan sembuh oleh dokter.

Ia sembuh berkat kombinasi pengobatan medis dan tradisional.

Sejak itu, Trizna Faradika semakin tergugah menjadi pejuang kesehatan tradisional.

Wanita kelahiran, Palembang 3 September 1983 ini mengatakan hampir selama satu tahun dirinya berjuang melawan penyakit kanker rahim.

"Saya sendiri pernah merasakan khasiat dari obat tradisional. Dulu, saya pernah menderita kanker rahim stadium IIN dan menjalani pengobatan hampir setahun termasuk kemoterapi, sebanyak 6 seri," jelasnya.

Lalu, ia mengkombinasi dengan tanaman tanaman yang berkhasiat obat dan juga perawatan medis.

"Pada saat itu, saya menggunakan kunyit putih, jamur lingzhi dan daun sirsak."

"Alhmdulillah, pengobatan yang saya jalani bersinergi, antara tradisional dan konvensional," jelas dia.

RS KPJ Malaysia Tawarkan Pencegahan Penyakit Kanker Usus Besar dengan Teknologi Endoskopi Fuse

Lanjut dia, berkat doa dan dukungan penuh dari keluarga juga, akhirnya dokter menyatakan bersih.

"Hingga beberapa tahun setelahnya, Allah berkenan menitipkan janin di rahim saya lagi, dan alhamdulillah bayi tersebut sehat hingga sekarang. Itulah yang membuat saya makin mencintai kesehatan tradisional," ungkap dia.

Karena itu, sebagai wujud syukur ia berusaha membagikan ilmu yang dipunya dari bangku kuliah dulu dan pengalaman dirinya.

"Dan kebetulan semua niat tulus saya didukung sama pekerjaan saya," beber dia.

Tak hanya itu, yang melatarbelakangi dirinya juga yakni karena kekayaan alam indonesia yang sangat luar biasa.

"Kita memiliki hampir 10 ribu spesies tanaman, sepertiganya berkhasiat obat, tapi yang baru dimanfaatkan menjadi bahan baku obat dan bahan baku obat tradisional baru 300 spesies tanaman,"bebernya.

Semangati Anak-Anak Penderita Kanker, HD Dukung Charity No More Pain No More Less

Lanjut dia, jadi kekayaan alam ini belum tergali maksimal sedangkan kita tahu bahwa jamu merupakan kekayaan budaya asli Indonesia sendiri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved