Musda Golkar Sumsel

AMPI Protes Tak Boleh Masuk Musda Golkar Padahal Kader Terbaiknya Andie Dinaldie Kandidat Ketua

Agenda hari kedua sendiri, yaitu verifikasi dukungan bagi calon ketua DPD I Golkar Sumsel, yang dilakukan pimpinan sidang

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sumsel, yang merupakan organisasi masyarakat (Ormas) yang dilahirkan partai Golkar, mengaku kecewa dan protes terhadap sikap panitia, yang melarang masuk ruang sidang Musda, Kamis (5/3/2020) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Musyawarah Daerah (Musda) X Golkar Sumsel berlangsung di Hotel Santika Premiere, Palembang, Kamis (5/3/2020).

Agenda hari kedua sendiri, yaitu verifikasi dukungan bagi calon ketua DPD I Golkar Sumsel, yang dilakukan pimpinan sidang.

Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sumsel, yang merupakan organisasi masyarakat (Ormas) yang dilahirkan partai Golkar, mengaku kecewa dan protes terhadap sikap panitia, yang melarang masuk ruang sidang Musda.

Padahal mereka memiliki hak yang sama dengan Ormas yang ada di Golkar, dan selama ini berada di garda terdepan untuk partai Golkar.

"Kami menilai, AMPI dianak tirikan, kenapa kami tidak boleh masuk, sedangkan AMPG boleh. Ini dirasa tidak adil," kata seorang dari AMPI Sumsel, Iyan yang dihalangi pihak kepolisian untuk masuk sidang.

Iyan mengaku, pihaknya ingin bertemu dengan panitia OC, agar bisa mendapat penjelasan, kenapa tidak boleh masuk, mengingat kader terbaik AMPI Sumsel Andie Dinaldie ikut berkompetisi memperebutkan ketua DPD I Golkar Sumsel.

"Kami (AMPI) tetap solid satu, dan mendukung Andie Dinaldie," teriaknya.

Sementara aparat kepolisian yang mengamankan Musda Golkar Sumsel mengaku, pihaknya netral dalam Musda tersebut, dan mereka hanya bertugas mengamankan pelaksanaan yang ada.

"Kami disini hanya menjalankan tugas dan kami tidak berpihak. Siapa yang tidak memiliki Id Card resmi tidak boleh masuk," pungkas Kabag Ops Polresta Palembang Kompol Yudha dihadapan puluhan Massa AMPI Sumsel di lobby Hotel Santika Premiere.

Sementara ketua DPD II Golkar Prabumulih Ridho Yahya mengatakan, saat ini panitia mulai melakukan verifikasi dukungan sebagai syarat calon ketua DPD I Golkar Sumsel, dimana kandidat harus mendapat minimal dukungan dari total suara yang ada.

Ia menuturkan, banyak dukungan yang double ditemukan saat verifikasi, mulai DPD II Kabupaten/ kota, hingga Ormas atau sayap partai yang dukungannya lebih dari satu.

"Iya, makanya ada perdebatan itu sehingga sidang diskor dulu. Termasuk dukungan suara DPD II OKU yang ada dua Plt, satu surat dari DPP dan sati dari DPD I, masih diverifikasi yang mana yang sah," tuturnya.

Diketahui salah satu agenda penting musda X Partai Golkar Sumsel adalah pemilihan Ketua DPD I Golkar Sumsel periode 2020-2025 untuk mengganti posisi Ketua DPD I Golkar Sumsel yang saat ini dijabat oleh Alex Noerdin.

Dimana ada dua kandidat yang akan bertarung memperebutkan ketua DPD I Golkar Sumsel, yaitu Dodi Reza Alex yang saat ini menjabat Bupati Musi Banyuasin (Muba) sekaligus putra Alex Noerdin, dengan Andie Dinaldie yang menjabat anggota DPRD Sumsel yang dikabarkan mendapat dukungan politisi senior Golkar Kahar Muzakir.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved