Jalan Lahat Empat Lawang Terbelah

Pengendara Diharapkan Berhati-hati Lewati Jalan Retak dan Ambles di Gumay Lahat, Ada Potensi Longsor

Pengendara Diharapkan Berhati-hati Lewati Jalan Retak dan Ambles di Gumay Lahat, Ada Potensi Longsor

SRIWIJAYA POST/EHDI AMIN
Anggota TNI AD Kodim 0405 Lahat, bersama warga saat bergotong royong membersihkan sisi jalan agar bisa dilintasi pengendara. 

Satu unit rumah warga nyaris tertimbun.

Kepala BPBD Lahat, Marjono, membenarkan adanya musibah ini.

Menurutnya saat ini anggota BPBD Lahat, sedang berada di lokasi untuk melakukan penanganan dini terhadap tanah longsor.

"Petugas sedang di lapangan sekaligus mendata kejadian longsor tersebut,"ujar Marjono.

Sementara, hingga berita ini dibuat belum ada laporan korban jiwa terkait kejadian tersebut.

Hanya saja, dinding rumah warga tersebut sudah tertutup longsor.

Akses jalan lintas sumatera (Jalinsum) di perbatasan Kecamatan Gumay Talang dan Kikim Timur, retak dan ambles, Jumat (7/2/2020).
Akses jalan lintas sumatera (Jalinsum) di perbatasan Kecamatan Gumay Talang dan Kikim Timur, retak dan ambles, Jumat (7/2/2020). (Istimewa)

Jalan Retak dan Ambles

Akses jalan lintas sumatera (Jalinsum) di perbatasan Kecamatan Gumay Talang dan Kikim Timur, retak dan ambles.

Diduga amblesnya jalan akibat hujan deras yang turun sejak pukul 04.00 wib, Jumat (7/2/2020).

Jalan tersebut terbelah dengan kedalaman kisaran 50-60 centimeter, panjang retakan bervariasi, dan tentunya menganggu arus lalu lintas (Lalin).

Anggota DPRD Lahat asal Kikim Area, Muhammad Tabroni membenarkan, bahwasanya ketika dirinya melintas hendak ke kantor, jalinsum ambles dengan kedalaman kisaran 50 centimeter.

“Berbahaya sekali, kalau kendaraan roda empat berukuran kecil atau sedang bisa lewat. Kalau jenis truk besar kemungkinan besar tidak bisa,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lahat, Mirza Azhari ST menuturkan, sehubungan akses jalinsum tersebut, masuk wewenang pihak Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

“Sudah kita laporkan kepada Balai Besar Jalan dan Jembatan Provinsi Sumsel, agar kiranya dapat segera diperbaiki,” terangnya.

Untuk sementara, sambung dia, pihaknya juga meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk membuat rambu-rambu sehingga kendaraan bisa mengetahuinya.

“Kita juga berkomunikasi dengan BPBD Lahat, supaya dibuatkan rambu-rambu sementara, agar kendaraan bisa mengetahui dan mengurangi kecepatannya,”terangnya. (SP/ Ehdi Amin)

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved