Korupsi Dana Desa di Lahat

Mantan Kades di Lahat Tilap Dana Desa Rp 576 Juta untuk Perkaya Diri Sendiri dan Berfoya-foya

Dana desa yang seharusnya dipergunakan untuk kepentingan orang banyak malah dikuasai sendiri oleh oknum kepala desa

Mantan Kades di Lahat Tilap Dana Desa Rp 576 Juta untuk Perkaya Diri Sendiri dan Berfoya-foya
Sripo/ Ehdi Amin
Surudin dibekuk Unit Pidkor Satreskrim Polres Lahat, lantaran terbukti melakukan penyelewengan Dana Desa (DD red), berasal dari APBN tahun 2017 sebesar Rp 576.310.328. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT-Dana desa yang seharusnya dipergunakan untuk kepentingan orang banyak malah dikuasai sendiri oleh oknum kepala desa.

Akibat perbuatannya ini, Surudin yang kini tidak lagi menjabat Kepala Desa (Kades) Gedung Agung, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat, dijebloskan ke penjara.

Pria 45 tahun ini dibekuk Unit Pidkor Satreskrim Polres Lahat, lantaran terbukti melakukan penyelewengan Dana Desa (DD red), berasal dari APBN tahun 2017 sebesar Rp 576.310.328.

Kapolres Lahat, AKBP Irwansyah didampingi Kasat Reskrim, AKP Heri Jusman menjelaskan, perkara itu terjadi pada tahun 2017.

Tersangka selaku Kades menerima dana desa dari APBN Rp 753.481.000.

Tekan Angka Kecelakaan di Kalangan Pelajar, PTBA Gelar Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas

Namun pada perjalan tersangka tidak menjalankan pembangunan sesuai Rancangan Anggaran Pembangunan dan gambar.

"Awalnya kerugian negara hanya Rp 200 jutaan, tapi setelah diaudit ulang kerugian negara sebasar Rp 576.310.328."

"Setelah ini tersangka kita limpahkan ke Kejaksaan Negeri Lahat," terang Irwansyah, Kamis (23/1/2020).

Sementara, Kanit Pidkor, Ipda Hendra Tri Siswanto, SH MSi menjelaskan, untuk awal proses penyidikan diawali dari laporan inspektorat.

Dalam pelaksanannya, tersangka benar-benar tidak menjalankan pembangunan jalan usaha tani, tembok penahan tanah, jembatan, dan plat dueker.

Kronologi Kepala Bocah Tertancap Tang di Lahat, Tang Milik Pekerja Pemasang Baliho Sensus Penduduk

"LP nya masuk bulan Agustus tahun 2019 lalu. Pengakuan tersangka uang tersebut digunakan untuk membayar utang, berfoya foya dan memperkaya diri."

"Sementara tidak ada pihak lain terlibat, dan tersangka terancam hukuman 4 tahun penjara," jelas mantan penyidik Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumsel.

Sejak Pemkab Lahat Tinggalkan BPJS Kesehatan, Banyak Kepala Daerah di Indonesia Ingin Belajar

Disisi lain, Sarudin awalnya sempat enggan dibincangi awak media ini mengatakan dirinya datang sendiri ke Mapolres Lahat, melalui surat panggilan polisi.

Ia juga mengakui, uang negara tersebut dipakainya untuk kebutuhan dirinya sendiri.

"Uangnya untuk membayar utang, dan kebutuhan saya. Saya terima hasil perbuatan saya ini,"ujarnya. (SP/ Ehdi Amin)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved