Berita Prabumulih

Target 2019 Tidak Tercapai, Tahun Ini Prabumulih Kembali Dapat Bantuan 4.000 Sambungan Gas

Harapan pemerintah kota Prabumulih agar seluruh masyarakatnya teraliri jaringan gas kota sepenuhnya belum terealisasi.

Tribun Sumsel/ Edison
Direktur Perusahaan Daerah (PD) Petro Prabu, Azhari Harun 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH-Harapan Pemerintah Kota Prabumulih agar seluruh masyarakatnya teraliri jaringan gas kota sepenuhnya belum terealisasi.

Sebelumnya ditargertkan sebanyak 48 ribu lebih rumah tangga akan teraliri gas kota pada 2019.

Ternyata jumlah realisasi meleset dari perhitungan.

Pasalnya proyek pembangunan 6018 sambungan gas rumah tangga yang dikerjakan sejak tahun 2018, hingga saat ini yang terealisasi baru sekitar 2.500 sambungan.

Artinya jika dulu jumlah sambungan digadang-gadang akan tembus 48 ribu ternyata hanya sekitar 44 ribu sambungan terpasang.

Sementara sekitar 40 ribu sambungan yang telah operasional.

"Jadi dari target 6018 sambungan ditarget terpasang tahun kemarin hanya terpasang sekitar 2500 lebih, sisanya masih berlanjut dikerjakan," ungkap Direktur Perusahaan Daerah (PD) Petro Prabu, H Azhari Harun kepada wartawan, belum lama ini.

Azhari mengatakan, pemasangan sambungan gas rumah tangga baru rata-rata terkendala karena infrastruktur.

Ada yang belum selesai pemasangan dan ada yang sudah selesai tapi tak sempurna.

"Itu masih menjadi tanggungjawab kontraktor yang mengerjakan, semestinya sudah selesai tapi karena banyak kendala jadi belum selesai. Paling banyak di daerah Payuputat, Tanjung Raman dan Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) yang masih belum terpasang," katanya.

Sedangkan sekitar 3000 sambungan belum terpasang jadi tanggungjawab kontraktor untuk diselesaikan.

Lebih lanjut Azhari mengaku, meski penambahan jaringan pada 2018 sebanyak 6018 sambungan sedikit bermasalah, namun tahun ini pemerintah kota Prabumulih kembali mendapatkan bantuan penambahan jaringan gas kota.

"Tahun ini walikota mengajukan 4000 sambungan dan telah disetujui kementerian, mudah-mudahan segera terrealisasi karena sampai saat belum ada kepastian," bebernya.

Untuk 4000 sambungan yang diajukan itu sendiri rencananya akan dikerjakan di daerah eksisting yang belum tersambung namun sudah ada jaringan.

"Empat ribu sambungan baru yang kita ajukan itu berdasarkan data permohonan sambungan dari Kelurahan, jadi nama warganya sudah ada," lanjutnya.

Penulis: Edison
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved