Pengusaha UMKM Kuliner Pilih Jargas Kota Saat Gas Melon 3 Kg Naik Jadi Rp 35 Ribu

Pengusaha UMKM Kuliner Pilih Jargas Kota Saat Gas Melon 3 Kg Naik Jadi Rp 35 Ribu

Pengusaha UMKM Kuliner Pilih Jargas Kota Saat Gas Melon 3 Kg Naik Jadi Rp 35 Ribu
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Ilustrasi gas melon 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pemerintah akan melakukan penghentian subsidi harga gas elpiji 3 kg (gas melon) pada pertengahan tahun 2020.

Nantinya subsidi akan diberikan dengan sistem yang berbeda, sehingga harga gas elpiji dijual dengan harga pasaran sama seperti per kilogram gas 12 kg.

Harga gas elpiji 12 kilogram saat ini berada di kisaran Rp141 ribu atau bila dibagi per kg harganya Rp11.750.

Berdasarkan harga tersebut nantinya gas melon akan menjadi Rp35.250.

Subsidi Gas LPG 3 Kg Bakal Dicabut, Harga Tabung Elpiji Melon Naik Jadi Rp 35 Ribu

Angka ini naik sekitar 75 persen dari harga saat ini yang berada di kisaran Rp20.000.

Menyikapi hal tersebut agen gas elpiji di Palembang mengakui akan tetap menerapkan aturan kenaikan harga yang disebabkan oleh penghentian subsidi harga.

Erna misalnya, agen gas di kawasan Perumnas ini mengatakan akan menyalurkan gas melon kepada masyarakat meskipun harus dengan harga terbaru yang ditetapkan per Juli nanti.

"Kami ikut saja regulasi. Soal nantinya mungkin akan ada pengurangan permintaan kami belum bisa memperkirakan," katanya, Rabu (15/1/2020).

Pengusaha UMKM kuliner, Ami, mengungkapkan bila nantinya harga gas melon mengalami kenaikan dia memutuskan akan beralih ke jaringan gas (jargas) kota.

Pasalnya, setelah melakukan perhitungan dia merasakan terdapat perbedaan biaya operasional yang akan dikeluarkan jika tak lagi menggunakan gas elpiji 3 kg.

"Walaupun untuk pemasangan awal jargas lumayan besar tarifnya namun jika dihitung jangka panjang akan menguntungkan bagi saya," kata Ami.

Sebagai contoh, harga jargas per kubik setelah mengalami kenaikan menjadi Rp4.250 meter kubik untuk pengguna kecil dan tarif pelanggan besar Rpsemula menjadi 4.250 naik menjadi Rp6.000 meter kubik.

Ami adalah pengguna kecil sehingga diberlakukan tarif Rp4.250 per kubik. Ini mengindikasikan bila dalam satu bulan saja Ami menggunakan 10 m³ gas dia hanya perlu mengeluarkan Rp42.500.

Dalam arti lain, dia akan menghemat biaya yang produksi pembuatan keripik dan makanan olahan lainnya.

"Kalau gas elpiji setidaknya dalam sebulan butuh 6 kg yang artinya Rp70 ribu karena itu dua gas melon. Saya memang butuh untuk menggoreng produk keripik dan lainnya jadi akan terasa lebih banyak untuk biaya produksi." ujarnya.(mg3)

Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved