Breaking News:

Subsidi Gas LPG 3 Kg Bakal Dicabut, Harga Tabung Elpiji Melon Naik Jadi Rp 35 Ribu

Pemerintah mulai mengurangi penyaluran gas LPG 3 kilogram (kg) pada semester II 2020.

TRIBUNSUMSEL.COM/ABRIANSYAH LIBERTO
Ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Pemerintah mulai mengurangi penyaluran gas LPG 3 kilogram (kg) pada semester II 2020.

Selain itu, harga jual gas tersebut juga akan disesuaikan sesuai harga pasar.

"Dari agen ke pangkalan, pengecer, itu diatur HET (harga eceran tertinggi) oleh Pemda masing-masing karena jaraknya beda-beda. Makanya, harga di pengecer bisa lebih mahal dari harga di agen.

Tapi nanti akan diatur," jelas Direktur Hilir Migas Kementerian ESDM, Mohammad Hidayat, di Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Migas, Djoko Siswanto mengatakan, LPG 3 Kg tetap dijual di pasaran.

Tetapi, dia menyarankan bagi warga mampu untuk membeli gas di atas 3 Kg.

Karena, nantinya harga gas 3 kg akan dipatok sesuai harga pasar.

Terkait pengurangan LPG bersumsidi, nantinya ada penghematan anggaran sekitar 10-30 persen.

Namun menjalankan rencana itu, pemerintah melakukan pembahasan dengan stakeholder terkait, yakni PT Pertamina (Persero), Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Kementerian Perekonomian, Kemenko Maritim dan Investasi, serta Kementerian BUMN.

Jika dihitung harga tabung LPG 12 kg mencapai Rp 139.000, maka per kilogramnya gas mencapai Rp 11.583. Dengan angka tersebut, harga tabung LPG 3 kg bisa mencapai Rp 35.000. 

Adapun kenaikan akan signifikan dengan harga jual sekarang berkisar Rp 18.000 sampai Rp 21.000

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Harga Gas LPG 3 Kg akan Disesuaikan dengan Harga Pasar", https://money.kompas.com/read/2020/01/14/201216026/harga-gas-lpg-3-kg-akan-disesuaikan-dengan-harga-pasar.
Penulis : Ade Miranti Karunia
Editor : Bambang Priyo Jatmiko

Editor: Moch Krisna
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved