Wisata dan Kuliner

Ternyata Durian Ochee (Duri Hitam) Kalahkan Manisnya Durian Musang King

Festival buah dan pertanian unggulan di Sumatra Selatan (Sumsel) digelar mulai tanggal 10-12 Januari di halaman depan Griya Agung Palembang

Ternyata Durian Ochee (Duri Hitam) Kalahkan Manisnya Durian Musang King
Tribun Sumsel/ Pahmi
Bibit durian Ochee dan pelangi yang dijual di festival buah dan pertanian di Griya Agung Palembang, Minggu (12/1/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Festival buah dan pertanian unggulan di Sumatra Selatan (Sumsel) digelar mulai tanggal 10-12 Januari di halaman depan Griya Agung Palembang.

Terlihat antuias masyarakat semakin ramai di hari terakhir festival ini.

Banyak diantara pengujung festival mengajak anak, sanak saudara, dan keluarga mereka.

Terlihat begitu banyak varian buah di festival tersebut di antaranya ada buah tin, nanas, durian alpukat, jeruk dan lain-lain.

Ada buah yang unik dan menarik perhantian yaitu jenis buah durian pelangi yang berasal dari Manokwari Papua Barat, dan durian ochee (duri hitam) berasal dari Sungai Bakap Provinsi Wellesley, Penang, Malaysia.

Untuk harga bibit durian tersebut Rp 150 ribu per batangnya.

Inilah Durian Hutan Khas Pali, Rasa Lebih Manis dan Sulit Mencari yang Matang

Perbedaan durian Pelangai, Ochee dan durian biasa yaitu, jika durian biasa memiliki rasa manis dan warna kuning, namun durian pelangi hanya dibedakan dari warna nya saja untuk rasa kurang lebih sama.

Namun durian Ochee memiliki rasa yang lebih manis walaupun warnanya sama kuning dengan durian lokal.

Lilo penjaga stan durian mengatakan, durian Ochee memiliki rasa yang sangat manis, walupun warnanya sama kuning dengan durian pada umumnya.

Namun rasa manis durian ochee mampu mengalahkan rasa durian Musang King.

Ia menambahkan untuk membuat bibit durian Ochee dan durian Pelangi tidak bisa langsung ditanam dari buahnya.

Pasar Durian Kuto Ditetapkan Sebagai Lokasi Wisata Kuliner Palembang, Buka 24 Jam Setiap Hari

Harus langung mengambil salah satu batang tanaman tersebut yang sudah jadi, lalu dikawinkan dengan batang baru agar cepat tumbuh dan berbuah.

Ia menegaskan butuh waktu 5 tahun untuk menanam buah tersebut agar bisa dipanen dan diambil buahnya.

Penulis: Pahmi Ramadan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved